avengers

avengers
Showing posts with label FF. Show all posts
Showing posts with label FF. Show all posts

Wednesday, February 12, 2014

[FF] Legenda Onyuw si Ayam

Legenda Onyuw Si Ayam

Author: Annisa
Cast : Ojong Surojong, Mpokey, Onyuw Gant3nGgzz BeUd, Ratu Minho, Ratu Mincay, Sungminnie, Amber, Siwon, Kunyuk
Genre : Komedi ancur

                 Pada suatu hari di kerajaan Syaini, yang dipimpin oleh Raja Minho dan Ratu Mincay, hiduplah seekor ayam langang bernama Onyuw Gant3nGgzz BeUd. Dia tinggal bersama sepasang suami istri Mpokey Monkey Key dan Akang Ojong Surojong. Kehidupan mereka begitu meratok.

Mpokey : Woi, bang Ojong! Pergi ke pasar napa? Hidup gue melarat gini sejak—

Ojong : Sejak negara api menyerang.
Mpokey : %$)_+”:?>)(*#$%^&*<^&*(#$% (effect sound: suara halilintar tornado badai)
Ojong : Iye, gue cari makan deh! (ngacir keluar rumah)
2 jam kemudian
Sungminnie  : Woi, sini lu! Jangan ngaku-ngaku jadi Jonghyun-oppa dongs!
Amber : HYUNG! Balik lu sini!!
Siwon : (mengejar sambil bawa alkitab)
Kunyuk : Asal lu tau, hidung lu lebih besar 1,5mm dari hidungnya Jonghyun-oppa!!
Ojong terus berlari dari kejaran warga. Penyebabnya adalah karena dia mengaku-aku Jonghyun SHINee. Saat sampai di rumah, tiba-tiba ia ingat sumpah serapah istri tercinta-nya. Dengan gerakan cepat ala Gangnam Style, Ojong langsung masuk ke dalam kandang Onyuw Gant3nGgzz BeUd.
Sungminnie : Jongek keluar lu dari rumaaaah!
Amber : Buka, WOI! Gue gebukin baru tau rasa lu!
Mpokey : WOI BERISIK!! PERGI DARI RUMAH GUE! (keluar dari rumah pakai tank top + legging motif macan)
Sungmin, Siwon dan Amber langsung ngacir pulang. Kunyuk masih di tempatnya, mematung dengan tatapan menjijikkan dan senyum jijay menggoda.
Mpokey : APAAN LU MASIH DISINI?! PERGI LU MAKHLUK TERKUTUK!!
Amber tiba-tiba balik lagi dan menarik tangan Kunyuk pergi.
Amber : Maaf ye, mpok! Biasa… Yadongnya kumat kalo liat cewek secantik Mpok. Ai em sori gudbai ye, mpok.
Kunyuk : Mpok, ai lopyuuuuuuuuuu! (sambil diseret menggunakan kekuatan 10 tangan dari Amber)
Mpokey : (terpana dengan efek angin-angin sambil menatap muka amber yang tiba-tiba tampak bersinar dari kejauhan) omaigott!! Sumpah miyapa tuh cowok gantengz beud~~~~ (backsound: lagu Anang-Syahrini)
Mpokey : WOI, SALAH LAGU! ANANG UDAH SAMA ASHANTY, WOI!
Author kece badai : Iye, mpok. Mianhae yaaa! (ganti lagu, backsound: Troublemaker)
Mpokey : !#$(^&%*%@%!”:?{+_=-$%^$
Author kece badai-pun lari kembali ke alamnya.
Mpokey : Yaaah. Malah kabur tuh author. Padahal kan gue mau ngajak author dance. Ini kan lagu paporit eikeeh.
Di kandang Onyuw Gant3nGgzz BeUd
Ojong : Piuuuh… akhirnya mereka pergi. Padahal gue kan emang Jonghyun SHINee, tapi sejak Laverna ngutuk gue, gue dikeluarkan deh dari negeri Fairytopia. (kibas poni sambil berdiri, effect: Andika Kenjen Ben)
Tiba-tiba tak disangka-sangka, angin berhembus menerpa Jonghyun. (effect: slow motion)
Jonghyun : (GUBRAKKK GEDEBUKK PRAK KEPLAKK HOEKS PRETT IYUUH KAMSEUPAY UPIL)
Ojong mengerjap-ngerjap matanya. Ia langsung memegang bibir seksinya. Rasanya ia baru saja mencium sesuatu. Tiba-tiba di hadapannya sudah berdiri seorang manusia bergaun pink dengan potongan rambut mohawk.
Si Mohawk : Oh, akang Ojong! Kau membebaskanku dari sihir-sihir cinta putri Umin Timin!
Ojong : Siapaa kamuuuu?! (ala sinetron Indonesia)
Si Mohawk : Aku Onyuw Gant3nGgzz BeUd. Peliharaan ayam yang selama ini kamu pelihara, rawat, mandikan. (effect: suara Shireen Sungkar)
Ojong : (muntah darah, diare, muntaber, ambeien di tempat) JADI, LU SELAMA INI…?!
Onyuw Gant3nGgzz BeUd : (senyum-senyum jijay) aku sudah berjanji akan menikah dengan orang yang menciumku. Jadi, kapan kita akan menikah Akang Ojongz? Aku padamuuuu~
Ojong langsung berlari keluar kandang sambil menjerit-jerit kesurupan.
Ojong : TIDAK! ISTRIKU, MPOKEY SAYAAAAANG! TOLOOOOONG!!
Onyuw Gant3nGgzz BeUd : Akaaaaang, tunggu eikeh! (mengejar Ojong dengan rok diangkat sampai paha a.k.a pamer bulu kaki)
Di istana
Raja Minho : Rakyat kita kapan tenangnya ya, Cay?
Author kece a.k.a Ratu Mincay : Iya sih, tapi tenang aja, jagiya. Aku selalu disini kok~
Raja Minho : (mendadak ingin muntah)
END

Tuesday, February 4, 2014

[FF] Trio Najong : Puitisasi Cinta Taeri

Trio Najong :  Puitisasi Cinta Taeri
Author : Annisa
Cast : Trio Najong (Upa, Taeri, Mincay), Lee Kuman
Genre : Komedi ancur

Note: Makin gak jelas nih cerita. Pffft. Silahkan dibaca.

            Sudah beberapa hari ini dorm Trio Najong dilanda kesenyapan. Amukan naga Taeri yang seringkali terdengar mendadak hilang dari radar. Tentu saja ini membuat para tetangga menjadi lebih tenang dalam menjalankan kehidupannya. Jarang sekali mereka bisa tenang sejak Trio Najong pindah ke apartemen mewah tersebut. Apa penyebabnya?
"Mungkin Taeri salah makan obat, onni. Kemarin kan dia baru check up di rumah sakit jiwa. Kali aja dokternya malpraktek gitu! Hiiiiy..." komentar Mincay.
Upa menggelengkan kepalanya. "Gak mungkinlah, cay. Dokter Siwon kan dokter spesialis kejiwaan paling terkenal di kota ini."
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan keluarlah seekor Taeri yang baru bangun tidur.
"Hoaaahmm... Selamat pagi Upa-onni dan Mincay. Pagi ini mentari bersinar begitu terang, seperti terangnya sinar cintaku padamu."
Upa dan Mincay hanya bisa cengo menatap kelakuan Taeri yang seperti mendadak dirasuki penyair puisi cinta tahun 60-an.
"Aku merasa lapar. Adakah sesuap nasi untuk diriku yang malang ini, wahai onni tersayang?"
"Nasi kucing mau?" tanya Upa.
Taeri mengangguk dramatis, "Apapun, asal kau tak memberiku nasi goreng ala gaho dan boss seperti minggu lalu, onni."
"Pffft~" Mincay menahan tawa mengingat kejadian konyol minggu lalu, pagi saat sebelum debut.
"Yaudah... Nih, makan yang lahap ya. Ayo, Cay.. Kita beres-beres kamar." Upa meletakkan piring Taeri di atas meja.
Duo Upamin langsung meninggalkan Taeri dan ngacir ke kamar mereka masing-masing. Taeri yang sudah sangat lapar segera duduk di atas meja makan. Beberapa saat kemudian terdengar teriakan cempreng Taeri.
"ONNI, GAK SESUAP JUGA KALI!!"

^^

Lee Kuman mengangguk-anggukkan kepalanya sok mengerti. Tatapannya yang penuh karisma menatap tajam ke arah duo UPAMIN yang duduk di depannya.
'Sok banget sih lo, tua bangka.' batin Mincay sadis.
'Upa, sabar. Dia bos lo.' Upa menabahkan hati.
"Jadi, Taeri ini terkena sindrom down?" tanya Lee Kuman sok tau.
"Sindrom down?! Apaan sih? Appa ngerti gak sih cerita kami?!" teriak Mincay histeris sambil berdiri dan menunjuk-nunjuk Lee Kuman.
Lee Kuman tampak shock mendengar teriakan Mincay. Mulutnya langsung komat-kamit, entah apa yang diucapkannya. Upa menarik Mincay untuk kembali duduk.
"Cay, sabaaaaar!" Upa menyembur muka Mincay dengan air sirup yang sudah dibacakannya lagu Ring-Ding-Dong.
Mincay tersadar. Ia kembali duduk manis, sementara Lee Kuman tampak sudah normal kecuali matanya yang melotot-melotot ke arah Mincay.
"Maaf ya, appa~" ujar Mincay sok manis sambil cengengesan jijay.
"Karena mood saya sedang bagus, saya maafkan. Tapi kalau lainkali kamu ulangi, saya tidak segan-segan mengirim kamu ke dorm SHINee buat jadi jongos!" seru Lee Kuman.
'Dorm SHINee?! Jadi jongosnya Onyu dubudubu-ailopyu-oppa? Gileeee, gue rela mati demi jadi jongosnya Onyu dubudubu-ailopyu-oppa!' Upa.
'Huh? Dorm SHINee? Ajegile, masa gue ke dorm mantan-mantan gue?' Mincay pede.
"Dengar, Mincay?!" teriak Lee Kuman.
Mincay mengangguk, "Dorm Big Bang aja deh, appa."
"Berani request kamu ya?!"
"Iya deh, appa. Maap." Mincay menyerah.
Lee Kuman mendelik ke arah Mincay. "Ya sudah, Taeri tadi bagaimana?"
"Ya seperti cerita kami deh, appa. Semua hal yang keluar dari mulutnya itu puisi norak abad sekian sebelum masehi. Kalau biasanya dia mutar mp3 lagu-lagu Metallica, Exodus, Gun n' Roses, sekarang dia malah muter lagu-lagunya d'Bagindas, Kangen Band, ST12--"
"Onni, bukan d'Bagindas, Kangen Band atau ST12. Tapi, U-Kiss! Kalo tiga band itu mah, onni yang muter mp3-nya sambil nangis-nangis kesurupan." Mincay mengoreksi ucapan Upa.
"Nangis kesurupan?" tanya Lee Kuman.
Mincay mengangguk, "Iya, appa. Pas berita Onyu-oppa sama Jungah-sunbae."
Mulut Lee Kuman membentuk huruf O. "Appa juga gitu kok, waktu eyang subur mau nikah lagi, appa histeris juga. Tapi untungnya sekarang Eyang Subur udah appa dekati dengan jurus ala Kunyuk Eunhyuk~"
“What?!” teriak Upa sambil berdiri. Sedetik kemudian ia tersadar dan duduk kembali.
“Memangnya kenapa, Upa? Gak manjur ya jurus pedekate ala Kunyuk?” tanya Lee Kuman centil.
Upa menggelengkan kepalanya pelan. “Bukan begitu, appa. Appa tau gak sih se-yadong apa si Kunyuk-oppa? Pasti jurus yang dia kasih gak bener semua. Appa jangan percaya sama dia.”
Mincay mengangguk-anggukkan kepalanya setuju. “Kalau mau minta saran percintaan, ke Kak Seto aja, appa.”
“Kak Seto?” tanya Lee Kuman. “Oh, oke deh. Nanti kamu sms-kan alamat rumah Kak Seto yaa. Appa gak mau Eyang Subur sampai lepas dari incaran Appa.”
‘Setdah si appa dikibulin ama Mincay. Sejak kapan Kak Seto jadi dukun cinta,’ batin Upa miris sambil menatap Mincay yang tersenyum-senyum najong. ‘Atau jangan-jangan ni bocah gak tau siapa Kak Seto kali ya. Dia kan tulalit juga.’
“Sajangnim, masalah Taeri.. dan janji ke salon,” bisik asisten Lee Kuman.
Lee Kuman kembali tersadar. “Ah benar juga. Appa hampir lupa lagi. Emang deh ya, kalau bicarain Eyang Subur, appa jadi lupa diri. Pokoknya kalian selidiki aja deh, kenapa si Taeri jadi begitu. Ntar kalau kalian udah tau, kasih tau ke appa ya. Sekarang sudah waktunya appa ke salon buat perawatan. Jadi, lebih baik kalian pulang.”
Upa dan Mincay terbengong.

^^

“Cay, lu tadi beneran ngusulin Kak Seto?” tanya Upa begitu mereka masuk ke dalam dorm.
Mincay menatap Upa bingung. “Emang kenapa, onni?”
“Jadi lu gak tau siapa Kak Seto?” tanya Upa lagi.
Mincay menggelengkan kepalanya. “Kagak tau, Onn. Yang gue tau, Kak Seto orang terkenal kan? Supaya keliatan pinter aja di depan Kuman. Gue mandi duyu ya, Onn.”
Mincay lalu meninggalkan Upa yang terbengong.
“Wahai onni, kenapa dirimu berada disini? Duduklah, agar kau tidak merasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh,” sahut Taeri yang baru keluar dari kamarnya.
‘Jauh apanya, kantor KM kan gak sampai satu kilo dari sini. Setdah ni bocah,’ batin Upa sambil melenggang ke ruang televisi.
“Taeri, lu sebenarnya kenapa sih?” tanya Upa kepo sekaligus muak mendengar puisi-puisi Taeri yang menurutnya norak.
Taeri memandang Upa. “Apakah ada yang salah dengan diriku, onni? Aku merasa tak ada yang salah dengan diriku ini. Ataukah hanya perasaan onni saja yang mengatakan bahwa aku berbeda?”
Upa merinding mendengar kata-kata Taeri. “Lu ketiban apaan, Ri?”
Taeri tersenyum-senyum najong. Mendadak Upa merasa mual melihat tingkah Taeri yang semakin najong.
“Ada apakah gerangan, Onni?” tanya Taeri sok khawatir.
Upa langsung berlari ke kamarnya. “Jangaaaan dekat-dekat gue lagiiii, Ri!!!”

^^

“Udah tidur kali si Taeri, Onn,” ujar Mincay pelan.
Upa menggelengkan kepalanya. “Gak mungkin tuh bocah udah tidur, Cay. Lu kan tau sendiri dia beberapa hari ini tidur larut.”
Mincay mengangguk-anggukkan kepalanya. “Dia sekarang sering ngigau loh, Onn.”
“Emang dari dulu kali, Cay.”
“Bukan!” seru Mincay. “Kalau ngigau seperti biasa sih masih mending.”
Upa menatap Mincay bingung.
“Ngigau seperti biasa loh, Onn. Itu, yang dia ngamuk-ngamuk sendiri pas tidur. Terus nendang-nendang dinding sambil menghantuk-hantukkan kepala ke dinding. Kadang-kadang dia suka tidur sambil jalan ke lantai bawah apartemen dan garuk-garuk aspal.”
“Oh iya, gue lupa, Cay. Sampai kemarin dia di bawa ke Satpol PP gegara kedapatan tidur di tengah jalan raya,” ucap Upa miris.
Mincay mengangguk. “Onn, kayaknya dia ngigau lagi tuuh.”
Upa buru-buru menempelkan telinganya di pintu. “Bener, Cay.”
“Iya, sayangnya Taeri melebihi luasnya lautan tak berujung. Adakah yang disana merasakan seperti yang Taeri rasakan? Katakan dengan sejujurnya. Kalaupun jodoh, takkan lari kemana. Hihihihihihi..” sayup-sayup terdengar suara Taeri di balik pintu kamarnya.
Mincay dan Upa merinding.
“Onn, dia depresi karena Taemin nolak dia kali?” ujar Mincay.
Upa menggeleng. “Tapi kan sekarang di naksir AJ.”
Mereka berdua terdiam di depan kamarnya Taeri, tenggelam dalam pikirannya masing-masing.

^^

Keesokan harinya…
“Gilaaaak, Onn! Abaaaang TOP kece bangeeeet! Begitu keluar filmnya, gue pasti beli DVD-nyaaaa!!” teriak Mincay histeris sambil meluk-meluk televisi yang sedang menyiarkan acara gossip Kabar-Kuburin tentang film terbaru TOP.
“DVD asli, Cay?” tanya Upa kepo.
Mincay melirik Upa tengsin. “Ya enggaklah. Kalau ada yang bajakan kenapa harus beli yang asli?”
Upa melotot kaget. “Pantesan album Trio Najong cuma laku beberapa biji. Pasti lu yang nyaranin ke fans buat beli yang bajakan. Iya kaaaan?!”
Mincay menggeleng. “Gak kok, Onn. Gak pernah. Itu prinsip hidup gue. Lagipula album Trio Najong cuma laku beberapa biji karena kita emang gak ada fans kaleee, onn!”
“Enak aje lu. Official twitter kita udah nambah lagi loh followersnya,” sahut Upa.
Mincay melirik. “Jadi berapa?”
“11 followers,” jawab Upa.
Mincay terdiam sesaat. “11 followers gak termasuk kita, Lee Kuman, Trio Yadong dan Manager-ajumma kan?”
Upa mengangguk. “11 termasuk gue, lu, Taeri, Kuman-appa, akun Trio Yadong, Manajer-ajumma, akun SHINee dan official twitter KMent.”
Tiba-tiba Mincay merasa kepalanya akan pecah. “Berarti fans kita cuma 3 oraaaang?!”
“Kayaknya gitu sih, Cay.”
Official Twitter Trio Najong ~
Mincay pun gelepar-gelepar di lantai sambil garuk-garuk lantai. Upa hanya menatap Mincay bingung sambil kembali membuka twitter-nya.
“Onni dan Mincay, aku akan pergi ke kantor KM dulu ya. Ada tanggung jawab yang harus aku lakukan sesegera mungkin. Tak mungkin kubiarkan dunia merenggutnya,” ujar Taeri yang baru keluar dari kamarnya.
Mincay dan Upa yang kembali menonton gossip kabar-kuburin mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda mengusir. Begitu Taeri menutup pintu, Mincay dan Upa pandang-pandangan. Sedetik kemudian mereka berlari memasuki kamar Taeri.

^^

“Spadaaaa, aku pulaaang~ Adakah gerangan orang di tempat ini? Aku kembali dari hiruk-pikuknya dunia fana,” sahut Taeri dengan suara cemprengnya.
Saat Taeri melangkah masuk ke ruang televisi, tampak Upa dan Mincay sudah duduk manis di sofa. Mereka menunggu kepulangan Taeri sejak tadi.
“Kenapa kalian tidak menjawab sapaanku, wahai onni dan Mincay?”
Mincay menghela napas. “Jadi lu mengkhianati kita, Ri?”
Taeri tampak terkejut. Matanya melotot-melotot dan lidahnya melet-melet tanda kaget. “Apa maksudmu, Mincay?”
Upa melempar sebuah hp ke depan Taeri. “Tuh hp lo ketinggalan di kamar. Kita udah baca semua. Gak nyangka, Ri!”
“TIDAAAAAAAAAK!!! KALIAN UDAH TAU?!!!!” teriak Taeri.
Mincay menggoyang-goyangkan telunjuknya di depan muka Taeri. “Gak nyangka gue, Ri. Padahal kan… aduh. Ya ampun!”
Taeri mendadak memelas. “Cay, apa salahnya gue pacaran sama AJ, Cay? Lu tau gak, Caaay? Gue udah jomblo sekian lama dan AJ nembak gue, walaupun belakangan ini gue tau dia salah kirim sms, tapi masa sih lu tega Caaay?!”
Mincay dan Upa bengong untuk beberapa saat.
“Hah?! Jadi lu pacaraaan sama AJ?!!!!” teriak Mincay dan Upa berbarengan.
Gantian Taeri yang terbengong. “Tunggu, maksud kalian apa?”
“Jadi selama ini lu sok puitis karena AJ?!” tanya Upa.
“Terus, lo gak garuk-garuk aspal lagi karena AJ?” tanya Mincay lagi.
“Dan selama ini lu telponan sama AJ?” Upa bertanya lagi.
“Lo pacaran sama AJ?!!” tanya Mincay dan Upa kompak.
Taeri mengelus-elus telinganya. Suara Mincay dan Upa benar-benar luar biasa. Yakin deh, teriakan 6 oktaf-nya Daesung saat pengumuman ujian (baca Trio Najong: Ujian! :p) kalah dengan teriakan melengking ala Upa dan Mincay. Taeri menghela napas sebelum menjelaskan keadaan yang sebenarnya.
“Oke, onni dan Mincay. Sebenarnya diriku ini sudah mengikat tali kasih dengan pria baik hati bernama AJ. Maafkan diriku karena aku terlalu takut memberitahu kalian. Aku tidak ingin kalian—”
“Stop!” teriak Mincay. “Jadi lu emang beneran sama AJ? Kalau gue sih gak masalah lu sama AJ atau sama siapa, sabodo teuing lah bagi gue. Tapi.. lu tau kan kalau si Appa tau, lu bisa di gulai.”
Upa mengangguk-anggukkan kepalanya. “Bener tuh. Btw, chukahae ya, Ri. Doakan gue sama Seungyeol cepat jadian yaaa!”
Mincay mencibir saat Upa dan Taeri dengan najongnya bercipika-cipiki.
“Terus, yang kalian maksud gue mengkhianati kalian tadi apa? Sampai ngelempar-lemparin hape segala,” tanya Taeri.
Mincay kembali menggoyang-goyangkan telunjuknya di depan muka Taeri. “Gue udah baca sms lu sama si Trio Yadong. Maksud lu apaan mau jadi ketua fansclub mereka haaaa?!!! Sampai manggil-manggil Minho dengan sebutan Minho sayang. Lu gak tau Minho mantan gue?!”
Upa mengguncang bahu Mincay. “Salah fokus, Cay~”
Mincay menggelengkan kepalanya sambil cengengesan. “Maaf, onn. Emang suka gitu kalau udah menyangkut Minho.”
Upa mendengus. “Gak cuma yang dibilang Mincay, Ri. Lo juga follow twittter mereka kan? Dan dengan hina-nya lo memprakarsai hashtag #DebutTrioYadong!”
Taeri tersedu. “Maafkan diriku, Onni. Aku terjebak oleh karisma HyukChangHo! Apalagi MV mereka isinya abs semua.”
“Nistaaaa!” teriak Mincay sok dramatis. “Kalau lu gak mau rahasia lu sama AJ gue bongkar ke Appa, mending mundur dari dunia ke-Trio Yadong-an itu.”
Taeri menganggukkan kepalanya. “Baiklah, Mincay, onni. Aku akan melakukannya. Asalkan cintaku dengan AJ tidak menjadi konsumsi Lee Kuman. Aku akan meng-unfollow mereka. Kalian tenang saja yaa~”
Upa dan Mincay mengangguk-angguk puas. Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel Mincay berdering.
“Mampus, onn! Lee Kuman nelpon! Jangan-jangan dia masang alat penyadap di dorm kita ini!!! Mampuuuuuuus!!” teriak Mincay panik.
Taeri tampak lebih panik. Ia langsung menghantuk-hantukkan kepalanya ke dinding. “Bagaimanaaaa ini?!! Eommaaaaaaa!! Ajeeeeeeee!!”
Upa pun panik, namun sebagai leader yang bijaksana, ia kemudian mengguncangkan bahu Mincay. “Cay, sadar caaay! Angkat telponnya baik-baik. Kalau lu enggak angkat, yang ada dia malah curiga, Cay. Ayo tarik napass~~”
Mincay pun menarik napas panjang dan menghembuskannya. Dengan hati-hati ditekannya tombol hape-nya untuk menerima panggilan. “Yobo…seyo?”
“Mincaaay! Lama banget kamu angkat telpon appa!” teriak Appa.
Mincay makin keder dibuatnya. “Iya..appa. Tadi…Mincay lagi bersihkan..septitank. Maap ye, Appa. Ada apa..appa nelpon?”
Suara Lee Kuman pun kembali melembut. “Kamu jahat ya udah bohongi appa.”
Mincay kaget. Bagaimana Lee Kuman bisa tau? Apa dia benar-benar memasang alat penyadap di dorm ini? “Ah, bo..hong bagai…mana appa?”
“Gausah pura-pura gak tau deh, Mincay,” ujar Lee Kuman.
“Maksudnya gak…tau..apa ya..appa?”
Taeri dan Upa saling berpelukan ala teletubbies. Taeri menggigit-gigit sepatunya sambil menahan tangis.
“Ap…pa jangan ber..belit-belit..dong. Kasih tau langsung…aja, appa,” ujar Mincay.
Lee Kuman terdengar menarik napas panjang. “Mincay, kamu kan udah janji sama appa buat ngirimin nomer hp Kak Seto! Dari kemarin appa tunggu, gak masuk-masuk sms-nya! Appa kan udah gak sabar mau menggaet Eyang Subuuuur, cyiiiiiin~~”

Mincay bengong. Upa dan Taeri terdiam. GUBRAAAAAKKKK!! End.

Sunday, February 2, 2014

[FF] Trio Najong: Ujian!

Trio Najong: Ujian!
Author : Annisa
Cast: Trio Najong (Upa, Taeri, Mincay), Taec si Ketua Macho, Chana (2PM), Seungri, TOP, Daesung (Big Bang), Yoseob (Beast), Joon (MBLAQ), Trio Yadong (Hyuk, Minho, Changmin), Seungyeol (Infinite), Leeteuk (Suju), Key (SHINee)
Genre: Komedi ancur

notes: Ini FF Trio Najong ke-2. Lebih hancur dari sebelumnya karena ini memang FF ancur. Pfft. No offense, karena gue suka semua idol yang yang ada di FF ini. Buat Upa dan Taeri, ditunggu FF kalian -_-
        
Suatu pagi di SMA APAAJABOLEH, 

“Gut morning, kawan-kawankuh yang tercintaa!” teriak Taeri dengan suara yang menggelegar.
Yoseob yang mejanya paling dekat dengan pintu hanya tersenyum kecut melihat Taeri yang penampakannya emang bikin muntah.
“Ceb to the bol, ngapain lo?” tanya Taeri sok akrab. Memang sudah rahasia umum bahwa Yoseob tidak terlalu tinggi dan cenderung pendek.
“Heh, tuyul! Ngaca dulu deh. Semekot aja bangga lu!” seru Yoseob tersungging.
Lee Joon yang duduk di sebelah Yeseob menatap mereka dengan wajah blo’onnya. “Semekot apaan ya, Seob? Joon gak ngerti.”
“Se-meter kotor, oon,” serunya sambil tertawa iblis. “Kasian banget lu ya, ri. Udah cuma semeter, kotor lagi.”
“Biarin aja gue semeter kotor, daripada elu semekon! Udah cuma semeter, diskon 50%+20% lagi!” teriak Taeri nyolot.
“Untung gak gratis piring ya, Ri,” ujar Lee Joon sambil ketawa-ketiwi najis.
Sebelum kembali diserang Yoseob, Taeri mengibaskan rambutnya di muka Yoseob dan berjalan menuju bangkunya. Meninggalkan Yoseob yang berasap-asap dan Lee Joon yang ketawa-ketiwi.
“Ri, lu apain noh si Ucup?” tanya ketua kelas, Taec.
Taeri tersenyum najis. “Gue puji doang kok, Tek.”
Taec membulatnya bibirnya membentuk huruf O. “Betewe, lu udah belajar buat ujian nanti belum, ri?”
“Belajar apaan?” tanya Taeri songong sambil melambaikan sebuah kertas.
Mata Taec langsung bersinar dan kupingnya melebar. “KUNCI JAWABAN?!”
Taeri buru-buru memasukkan kertas itu ke sakunya dan membekap mulut Taec. “Sssst!! INI RAHASIA NEGARA, BEGOK! JANGAN KENCENG-KENCENG!!”
Dengan segala usaha, Taec melepas bekapan Taeri. Bukannya berlaku baik pada Taeri, ia malah menoyor Taeri. “Lu yang begok! Lu gak lihat kita cuma berempat di kelas ini. Si Ucup begok itu kan punya masalah sama pendengarannya, sementara si oon Joon kan terlalu oon buat ngerti hal ini!”
“Oh, benar juga ya, Tek. Maap ye!”
Taec menganggukkan kepalanya sambil menatap Taeri prihatin. “Jadi, mana kunci jawabannya?”
“Eittsss… ini tidak gratis, Tek,” sahut Taeri dengan muka najongnya. “Gue punya beberapa syarat yang gue rasa gak bakal bisa lu penuhi. Untuk mendapatkan kunci jawaban ini, lu harus punya beberapa kriteria tertentu. Tentu saja hal ini adalah upaya kami untuk membatasi jumlah—”
“Bacot lu,” Taec merogoh kantong dan mengeluarkan dompetnya yang tebal karena bon utang di warteg terdekat. Walau seorang idol, tapi yang namanya bon hutang tetap saja tidak bisa dihindari. Apalagi kalau sudah akhir bulan. “Mau berapa lu?”
“Lima juta juga cukup kok, Tek,” Taeri berkata tanpa malu. “Kunci jawaban ini dijamin kebenarannya.”
Taec menatap Taeri nanar. “Lima juta, Ri? Lu kagak ada diskon buat ketua kelas?”
Taeri mendengus. Ditatapnya Taec dari atas sampai bawah. “Ya udah deh, gue diskon buat elu. 5 ribu deh, tapi lu harus kirimin gue foto topless-nya Wooyoung ya.”
Tanpa basa-basi Taec langsung mengangguk tanda setuju. “Taeri, lu emang teman gue paling sip! Nanti malem gue kirim foto si uyung via kokoatolk!”
‘Sippp…! Foto topless-nya Wooyoung~’ sahut Taeri dalam hati.
            “SPADAAAAAAH!” tiba-tiba terdengar suara Mincay. Dibelakangnya berdiri Kunyuk, Minho, dan Changmin. Trio yadong.
            “Gileee lu cay! Sejak kapan lu dateng ke sekolah bareng trio setan?!” teriak Taeri histeris.
             Mincay melirik tajam.  “Kebetulan, begok!”
         “Heh, Taeri! Kita bertiga bukan trio setan ya, geblek!” sahut Kunyuk sambil menunjuk-menunjuk Taeri. “Kita bertiga itu—”
           “TRIO YADONG!!” sahut Kunyuk-Minho-Changmin serentak dengan gaya paling mahok sejagad raya.
            “Ayo hyung, abaikan saja dia,” ujar Minho normal sambil menarik Kunyuk ke bangku mereka yang terletak paling belakang.
         Mincay menghampiri Taeri dan Taec yang sibuk menyalin kunci jawaban ke lengannya. “Kunci jawaban ya? Gue mau dong, Ri.”
              “Ups, tidak bisaaa!” ujar Taeri meledek.
              Mincay tersenyum iblis. “Gue aduin ke AJ-oppa, ah!”
             Taeri tiba-tiba langsung memelas, persis seperti kucing garong minta makan. “Jangan dong, Cay! Ini gue tunjukin kok. Hehehe gue barusan bercanda kok, Cay. Ah gitu aja lu masukin ke hati. Atau mau gue catetin, cay? Sini gue catetin yaaa?”
         Dengan semangat 45 Taeri pun langsung mencatatkan kunci jawaban untuk Mincay. Mincay tersenyum iblis. Ternyata Taeri dapat dibego’in dengan mudah.
         Satu per satu murid kelas paling terbelakang di SMA APAAJABOLEH ini berdatangan. Semua heboh mempersiapkan diri untuk ujian matematika pagi ini. Sebagian murid seperti Taeri, Mincay, Upa, Seungri, Taec, Trio Yadong merasa santai karena sudah punya jimat keberuntungan. Namun sebagian murid yang sok pintar macam Yoseob, Seungyeol, Key, TOP, Daesung, Wooyoung dan lainnya masih sibuk membaca buku mereka.
           “Kita gak mau sombong sih, tapi buat apa otak kalau gak dipakai belajar. Ya, gue ngerti sih IQ rata-rata seperti kalian mana bisa belajar,” ujar Key songong. Bulu mata anti halilintarnya tampak cetar membahenol.
             “Biasa aja dong, somplak!” sahut Seungri yang ternyata juga membuat contekan.
             “Bener tuh. Biar aja gak belajar, yang penting nilai gue ada!” teriak Mincay nyablak.
             “Teman-teman gak boleh begitu. Kalau kita belajar, berarti kita ada usaha untuk berubah kan?” ujar Luna lembut.
              “Diem lu,” kata Taeri galak. Luna pun langsung ngacir ke bangkunya lagi.
              “Ya udah, kalian buktikan aja dengan nilai kalian!” ujar Yoseob nyolot, “Gue yakin kalian pasti gak bakal sukses!”
            “Huuhh liat aje lu,” kata Amber sambil lempar poni.
“Udah udah! Kembali ke bangku kalian!” teriak Taec, si ketua kelas paling macho.
Semuanya menurut.

^^

“Waktu mengerjakan ujian hanya 1 jam. Cepat selesaikan dan tidak usah melirik kiri-kanan,” ujar Pak Leeteuk, pengawas hari ini, setelah membagikan soal dan lembar jawaban ujian.
“Berarti liat depan-belakang boleh dong ya,” bisik Chansung sambil nyengir.
“Heh, Chana!”  teriak Pak Leeteuk. “Liat depan-belakang juga tidak boleh. Jangan macam-macam kamu ya!”
Chansung terdiam sambil memonyong-monyongkan mulutnya. “Iye dah, pak.”
Sedetik kemudian, kelas langsung senyap.
“Jangan ada yang menyontek kawannya ya,” kata Pak Leeteuk sambil duduk manis di kursinya.
Beberapa menit kemudian, beberapa siswa mulai grasak-grusuk mengeluarkan contekan mereka. Dengan damainya Taeri juga mengeluarkan contekannya. Mincay, Upa, Taec, Seungri, Chana, Amber, Jonghyun juga mulai mengeluarkan contekan mereka. Berbeda dengan trio yadong yang langsung nonton yadong di handphone keluaran terbaru milik Changmin.
“Nista banget tuh handphone dipake buat nonton yadong,” komentar Mincay sehari yang lalu.
‘Gileeee… gue gak tau sih ini bener apa kagak. Yang penting gue isi,’ batin Taec sambil goyang ADTOY.
‘Kunci jawaban kalau dari gue mah pasti bene, Tek.  Tapi, awas jangan lupa janji kita tadi,’ sambung Taeri.
‘Sip! Foto topless-nya uyung kaaaan? Tenang aja. Gue kirim ntar malem,’ jawab Taec.
‘Gue tunggu loh, Tek!’
‘Iyaaaa,’ Taec tersenyum. ‘Eh, kenapa lu bisa ada dalam batin gue?!’
‘Aihhh berarti kita jodoh dong,’ batin Taeri najis.
‘Najong banget lu! Keluar dari batin gue!!!’ teriak Taec.
‘Iyeeee, Tek! Iyeee!’
Taec menoleh kearah Taeri yang duduk di seberangnya. Taeri melambaikan tangannya genit. Untung saja Taec masih bisa menahan diri untuk tidak muntah di tempat.
‘Gak percuma gue ngancem si Taeri buat nulisin kunci jawaban.’ teriak Mincay dalam hati.
‘Kayaknya Mincay udah hampir selesai. Gue mau keluar bareng Mincay ah,’ batin Chana sambil membuang tandan pisang ke luar jendela.
‘Gilak! Jupe hot banget, hyung!’
‘Gak sia-sia kan gue donlot. Sampai pagi loh gue nungguin donlotannya.’
‘Sebagai ketua Trio Yadong, gue bangga sama lu Changmin! Teruskan keyadonganmu ini.’ Trio Yadong.
‘Soalnya agak-agak susah sih. Seungyeol-oppa bisa ngerjain gak ya? Duuh…’ Upa.
‘Nyesal gue gak minta kunci jawaban sama si Taeri,’ Key dan Yoseob.
“Ucup, Joon mau nanya dong,” bisik Joon memelas kepada Yoseob yang duduk disampingnya.
Yoseob yang memang punya masalah dengan pendengaran tidak mendengar bisikan Joon. Dengan baik hati, Seungri memberikan saran kepada Joon.
“Joon, bisikin aja ke telinganya Ucup. Pan lu tau sendiri si Ucup agak budek,” kata Seungri sambil tersenyum malaikat, tak lupa sebuah lingkaran muncul di atas kepala Seungri. “Atau lu mau nyontek gue aja?”
Joon menggelengkan kepalanya, “Kagak usah, Ri. Joon gak mau mengkhianati Ucup. Joon sayang sama Ucup. Joon gak mau persahabatan Joon sama Ucup putus. Joon tau—”
“Ah, bacot lu!” potong Seungri yang merinding-merinding disko mendengar perkataan Joon.
“Najong banget lu, Joon!” lirik Mincay sinis.
Joon tersenyum manis. Ia kembali memanggil Yoseob yang masih sibuk mengerjakan ujiannya. Kali ini ia berbisik di telinga Yoseob. “Cuuup.  Joon mau liat punya ucup dong!”
“Alaah… paling si cebol itu gak bakal dengar lagi. Ya kan, Ri?”
“Gak. Biasanya si Ucup kalau udah dibisikin gitu pasti denger. Taruhan?” sahut Seungri ke Mincay.
“Boleh! Foto topless bang Tiyopi yaaa!” ujar Mincay genit sambil melirik kea rah TOP.
“Oke. Handphone ipon lu ye,” kata Seungri.
Taec hanya menggeleng-gelengkan kepala. Taruhan yang sama sekali tidak penting. Chana yang duduk di samping Mincay hanya bisa melirik-lirik cembokur kea rah Seungri dan Mincay. Pfffft.
Satu detik, dua detik, satu menit berlalu. Yoseob tak melirik. Mincay tersenyum iblis.
“Jangan lupa nanti kirimin foto topless bang Tiyopi ya, Seungri tayaaang~” ujar Mincay genit.
Joon berbisik sekali lagi. Kali ini lebih kencang. “Ucup yang paling ganteng se-kebun raya bogor!”
Dengan efek slow motion, Yoseob menoleh ke belakang. “Ada apa, Joon?”
“Tunjukin nomer satu sampai dua puluh tiga dong, Cup. Joon gak ngerti,” pinta Joon.
Yoseob melirik lembar jawabannya. Joon meminta jawaban nomor satu sampai dua puluh tiga. “Joon, lu oon ya? Soalnya kan cuma duapuluh!”
“Dua puluh tiga, Cup. Ucup gak pandai menghitung ya?”
“Enak aja lu! Kan yang oon elu!”
“Eh iya juga sih. Tapi emang dua puluh tiga soal kok!”
“Gak mungkin Joon! Cuma dua puluh soalnya!!”
“Gak usah bego-begoin gue deh, cup!”
“Lu mah udah begok, ngapain di bego-begoin lagi?!”
“Ayo! Kelahi! Kelahi!” ujar Mincay dan Seungri memanas-manasi.
“Diem lu tukang contek!” desis Yoseob.
Mincay dan Seungri terdiam. Berbagai rencana keji langsung muncul di otak mereka berdua. Membalas di tempat bukan prinsip mereka.
“Ihhh Ucup kok gak percaya sama Joon sih?”
“Sini tunjukin ke gue lembaran lu!”
“Ini yang tiga soal itu. Tapi mungkin Pak Leeteuk lupa nulis nomernya.”  Joon menunjuk lembar jawabannya.
“ITU BUAT NULIS NAMA, KELAS DAN PELAJARAN, JOON BEGOK!!!”teriak Yoseob kencang.
Satu kelas melirik ke arah Yoseob.  Pak Leeteuk yang dari tadi terkantuk-kantuk langsung tersentak dari kursinya. Trio yadong buru-buru memasukkan handphone mereka ke dalam laci meja saking kagetnya. Seungri dan Amber hampir saja merobek contekan mereka karena teriakan Yoseob.
“YOSEOB BIN SUNEO!” teriak Pak Leeteuk kencang. “NGAPAIN KAMU TERIAK-TERIAK?!”
“Engggg…anu… tadi saya… itu loh, Pak.”
Pak Leeteuk memukul meja. “Bicara yang jelas, Yoseob!”
Yoseob panik. Apalagi melihat Mincay dan Seungri tersenyum-senyum iblis, membuatnya ingin sekali mencekik mereka berdua. Tiba-tiba ia mendapatkan ide.
“Itu Pak! Mincay dan Seungri minta tunjukin!!” jawab Yoseob kencang.
Seungri dan Mincay terkejut. “BOHONG, PAK!!”
“Benar, Pak! Tanya aja sama Joon, Pak.”
Pak Leeteuk menarik napas panjang. “Percuma bertanya sama Joon.”
“Benar, Pak,” bisik Taeri keji.
“Seungri… Mincay… Kumpulkan lembar jawaban kalian sekarang! CEPAT!”
Mincay dan Seungri mendengus hampir berbarengan. Key, Jokwon, dan anak-anak rajin lainnya tersenyum bagai malaikat. Yoseob tersenyum penuh kemenangan. Mincay berdiri dari bangkunya. Ia dan Seungri berjalan dengan gaya gangster menuju meja Pak Leeteuk.
“Nih, Pak. Kita juga udah selesai kali!” sahut Mincay nyolot.
Pak Leeteuk tersenyum sok baik. “Bagus. Silahkan keluar.”
“Yok, Cay!” ujar Seungri.
 Sambil berlalu keluar kelas, Seungri sempat-sempatnya menatap tajam Yoseob. Mincay dengan najong-nya menatap Yoseob sambil meludah di lantai. Kebetulan hari ini piketnya Yoseob.
‘Gileeee! Gangster banget tuh bocah berdua. Salah gaul sih,’ batin TOP.
‘Kelakuan bocah berdua itu emang bener-bener ya.’ Upa.
‘Rasaiiiin!’ Key.
‘Ihhh… gue gak rela mereka ngumpulin pertama!’ Jokwon.
‘Gue mau nyusul Mincay ahhh!’ Chana.
“Pak, saya udah selesai!” sahut Chana sambil berdiri. Ia buru-buru mengumpulkan kertasnya. Taec-pun menyusul.

Di luar kelas
            “Ri, tadi gue keren gak?” sahut Mincay sambil terkikik-kikik jijay.
            “Kurang sih. Maunya lo ludahin aja noh si Ucup,” jawab Seungri.
          Mincay mengangguk-anggukkan kepalanya. “Benar juga sih, Ri. Bai de wei, lu punya rencana apa buat balas dendam?”
Seungri bersandar di dinding luar kelas. “Sini gue bisikin.”
“Ngapain kalian berdua?” sebuah suara mengejutkan mereka.
“Chana? Taec?” tanya Mincay.
“Kalian gak boleh ditinggal berduaan lama-lama,” sahut Chana sambil ngunyah pisang.
Seungri  dan Mincay begong dengan muka najongnya.
“Kalian pasti mau balas dendam ke Ucup kan?” tanya Taec.
Seungri dan Mincay mengangguk.

Di dalam kelas
           Keadaan kelas begitu senyap sepeninggal Seungri, Mincay, Taec dan Chana. Hanya grasak-grusuk si Taeri lasak yang terdengar.
         “Ayo, cepat selesaikan. Kalian gak malu apa sama si Mincay dan Seungri?” sahut Pak Leeteuk dengan gaya paling menyebalkan se-kebun raya Bogor.
           “Bacot,” bisik Taeri pelan.
“YOSEOB, KAU BELUM SELESAI NOMER BERAPA? DI LACIMU KAN ADA BUKU, KENAPA TIDAK LIHAT SAJA?!” Tiba-tiba terdengar teriakan yang kencang dari luar kelas.
Pak Leeteuk tampak terkejut. Yoseob syok. Di lacinya memang ada buku catatannya yang terbuka manis.
“Suara siapa itu?”
“Suara Seungri, Pak..” sahut Key sambil menggoyang-goyangkan pensil berbi-nya.
‘Setdah, Seungri!’ TOP menggelengkan kepalanya miris.
“Yoseob, apa benar kamu liat buku?!” teriak Pak Leeteuk.
“SUDAHLAH, KEY! JANGAN ME-MISKOL-MISKOLKU TERUS! KAU MAU JAWABAN NOMOR BERAPA SIH?! BIAR KUKIRIMKAN!!” kali ini suara Mincay.
‘Asoyy, si Mincay sip banget balas dendam-nya!’ Taeri.
“KIM KI BUM!!”
Key mati kutu. Dia memang sedang memegang handphone­-nya untuk searching di  google. Pak Leeteuk menatap Yoseob dan Key bergantian.
“Kim Ki Bum, serahkan hp-mu dan kumpulkan lembar jawabanmu! Yoseob juga! Segera tinggalkan kelas ini!” perintah Pak Leeteuk kejam.

Di luar kelas
“Ini asyik, Ri!” sahut Mincay sambil ber-high five dengan Seungri.
Seungri mendengus. “Biar tau rasaaa!”
Taec hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka. “Tapi kenapa si Key juga kena?”
Mincay tertawa iblis. “Karena dia lebih cantik dari gue.”
Mincay pun digebukin Taec pakai barbel.

^^

“Itu merekaaa!” teriak Key histeris begitu Mincay dan Seungri masuk kelas setelah istirahat.
Yoseob dan para murid-murid rajin lainnya langsung mengerubungi Seungri dan Mincay. Sementara yang dikerubungi hanya anteng-anteng aja.
“Maksud lo apa ngerjain gue segala?” tanya Yoseob esmosi.
Mincay dan Seungri hanya terdiam.
“Seungyeol, kita bantuin gak Mincay sama Seungri?” tanya Upa khawatir.
Seungyeol menggelengkan kepalanya. “Gak usah, Pa. Mendingan kita ke kantin aja yuk. Seungyeol yang traktir.”
Upa dan Seungyeol-pun langsung ngacir ke kantin dengan perasaan berbunga-bunga.
“Heh, Cebol! Kan lu yang salah tadi!” teriak Taeri dengan suara naga-nya.
“Betul, Cup. Tadi kan lu duluan yang ngerjain Mincay dan Seungri,” sahut TOP sambil berdiri di samping Taeri.
“Selain Ucup sama Key, yang lain mendingan duduk deh! Biarin mereka 2 on 2!” seru Eunhyuk.
Taec langsung memberikan tatapan maut-nya kepada Eunhyuk.
“Maap, Tek. Gue pan becanda!” ujar Eunhyuk.
“Sorry ya, gue gak main fisik. Kita buktikan aja deh di hasil ujian tadi. Kalau nilai kalian berdua lebih tinggi, kita berdua gak akan balas dendam. Tapi kalau nilai ujian kita lebih tinggi, siap-siap aja lu berdua!” ujar Yoseob berapi-api.
Seungri tertawa. “Enak aja, lu. Yaiyalah, kalau main fisik lu pasti kalah, bol!”
“Oke, gue terima deh tantangan dari lo!” sahut Mincay pede.
Key dan Yoseob pun kembali ke alam mereka.
“Cay, lu tenang ajaaa! Kunci dari gue mah manjur sip ahaay, Cay!” ujar Taeri tak kalah pede-nya.
“Awas kalau nilai gue ancur ya, Ri. Gue sobek-sobek lu!” ancam Mincay sangar.
^^
Seminggu kemudian~
Keadaan kelas paling terbelakang di SMA APAAJABOLEH hari ini tampak seperti biasanya. Trio yadong, seperti biasa, di pojok kelas dengan kesibukan mereka bertiga. Upa dan Seungyeol yang sedang pedekate sibuk bergombal-gembel ria. Key dan Luna saling mengoleskan nail polish ke kuku mereka. Yoseob dan Joon sibuk bergosip, walau sebenarnya Joon hanya sok-sok menganggukkan kepala padahal dia gak ngerti. Seungri dengan lahapnya memakan bambu di sebelah Chana yang sibuk menghabiskan pisang setandan. Sementara Taeri dengan najongnya memandang hp-nya sambil sesekali mencium layar-nya yang dipasang wallpaper foto topless-nya Uyung. Tak jauh berbeda dengan Mincay yang menatap najong wallpaper foto topless TOP di hp-nya sambil menatap TOP yang sibuk belajar.
“Nista banget lu berdua!” ujar Taec yang asik barbel-an sambil menoyor kepala Mincay dan Taeri bergantian. “Untung si Upa masih normal, gak kayak kalian berdua.”
“Diem lu, Tek!” teriak Taeri. “Gue patahin barbel lu!”
Taec langsung keder. Ia bergeser duduk di samping Mincay. “Iya ampun, Ri. Gue gangguin Mincay aja deh.”
Mincay mendongak. “Berani lu gangguin gue, tuh barbel gue bikin melayang ke muka lu!”
Taec pun ngacir ke toilet terdekat untuk menyelamatkan nyawanya. #PrayForTaecMacho
“SPADAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~!!” teriak Daesung yang baru masuk ke kelas dengan teriakan 6 oktaf.
Berbagai benda termasuk bambu dan tandan pisang pun langsung berterbangan ke arah muka Daesung.
“Ampuuun, kawan-kawan! Hentikan semua ini!” teriak Daesung iba.
Seisi kelaspun berhenti melemparkan barang ke muka Daesung.
“Muka lu ngundang banget sih, Dae. Makanya~” sahut Seungri.
Hidung Daesung kembang-kempis mendengar pujian dari Seungri (?). Mungkin dia berpikir bahwa Seungri sedang memujinya.
“Gue bawa pengumuman ujian minggu lalu! Pemenang taruhan antara Key-Ucup dan Seungri-Mincay adalaaaaaaaaaah~”
Kelas mendadak sunyi. Semua mata tertuju pada Daesung. Momen itu pun dimanfaatkan Daesung untuk pose-pose najong ala majalah flora-fauna.
“Gue lempar lagi nih!” teriak Chana sambil memegang tandan pisang.
‘Gile Chana, ke sekolah bawa pohon pisang? Banyak amat tandannya!’ batin TOP.
“Iya, ampun dah! Ternyata pemenangnya adalaaaah…”
‘Semoga gueee!’ Yoseob komat-kamit dalam hati.
‘Tenang aja, Cay. Kunci dari gue mah pasti be—’
“YOSEOB DAN KEY!!” teriak Daesung. “Maaf ya Seungri-Mincay, kalian kalah~”
TOP matahin meja. Chana nelen tandan. Trio yadong nonton yadong. Taeri mematung.
“TAERIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Mincay dan Seungri.
“Bagus, mulai sekarang, kalian jadi babu kitaaaa!” sahut Key dan Yoseob.
“Sayang banget ya, Ri dan Cay. Nilai kalian nol, loh~” sahut Daesung songong.
Mincay dan Seungri mengamuk. Daesung digantung di tiang bendera. Key dan Yoseob diikat di rel kereta api. #MincaydanSeungrijadiPsikopat
“TAERI, SEKARANG GILIRAN LO!!” teriak Mincay dan Seungri horror.
Taeri syok, nelen pena. End.

Thanks for reading ;)

Thursday, June 6, 2013

[FF] Trio Najong: DEBUT!


 Trio Najong: DEBUT!
 Author: Annisa
Cast: Trio Najong (Upa, Taeri, Mincay), Lee Kuman, AJ (UKiss), Jidi & Tiyopi (Big Bang), Trio Yadong (Hyuk, Minho, Changmin), Seungyeol (Infinite)
Genre: Komedi

notes: Fanfic ancur ini gue persembahkan (?) buat my besties muah muah yang besok ulang tahun, Rury dan kado late-birthday buat Upa-nuna tercinta. Sayang kaliaaaan :* {} #alay #abaikan



Suatu pagi di pinggiran kota Seoul,

"Gubrakkk pletakkk dzziiiing roaaar brakkk bruukkk kweeek preeettt!"
Suara berisik yang menyiksa telinga terdengar memecah kesunyian pagi. Taeri, yang tidur dengan pose najong ala ceribel-nya langsung terguling mendengar suara berisik itu. Tak jauh berbeda dengan Mincay yang lansung loncat dari tempat tidurnya.
"Ah, kalian sudah bangun?" tanya Upa dengan watados-nya. Tangannya memegang sebuah sekop semen dengan begitu mesra.
"Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini, onni?!!" teriak Taeri murka, "Mincay, jangan tahan aku! Biarkan aku memukulnya! Mincay, lepaskan aku!"
Mincay menatapnya bingung. Menyentuh tangannya si naga murka ini juga kagak. "Onni, gak usah berlagak sinetron deh."
"Oh gitu ya?"
"IYE!" sembur Mincay tanpa ampun. Heran, pagi-pagi udah ngajak ribut semua.
"Lagian ngapain lu pagi-pagi udah berisik, onni?!"
Upa melirik kuali di sebelahnya. "Gak lihat? Pagi ini kan kita mau latihan sebelum debut besok. Makanya harus makan enak. Nih, udah gue buatin nasi goreng kesukaannya Gaho sama Boss. Kalian makan dulu ye. Gue mandi duyuuuu."
Upa meletakkan cangkul dan sekop semen yang baru digunakannya untuk membuat nasi goreng di tempat cucian piring. (WTH?! Itu kan punya tukang sebelah, si abang eL!)
"Untung tuh orang pinter ngerayu gue pakai makanan." cibir Taeri, terbius dengan sekuali nasgor siap santap. Ia dengan semangat 45 langsung mengambil baskom buat makan. Setelah mengambil nasi goreng satu baskom penuh, Taeri langsung duduk di atas meja makan dan tanpa ba-bi-bu menyantap nasi gorengnya penuh nafsu.
Mincay menatapnya ragu.
"Cfaay! Fu kafgak makawnn? Enadk cwaay!!" hidung Taeri kembang-kempis saking menikmati nasi goreng tersebut.
Mincay tampak kian ragu. "Onni, katanya Upa-onni itu nasi goreng kesukaannya Gaho sama Boss kan ya?"
"Iffhyaaa, napheeee?"
Mincay semakin ragu dan ragu. "Hmmm... itu..."
"Aphwaa?" tanya Taeri sambil menyemburkan nasgor-nya.
Setelah menguatkan hati, Mincay pun berucap jujur, "Gaho dan Boss itu kan anjingnya Jidi-oppa sama Taeyang-oppa."
"&#@#^&*()*&^%<}:(%+">: UPAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!! (*&^%#@%#:"{}:]\[\€(*&)&#!!!!!!!"

^^

"Saya senang kalian sudah menyelesaikan trainee kalian. Makdarit, besok kalian akan debut. Cukhae!" teriak Lee Kuman histeris.
Semua staff dan pelatih bertepuk-tangan. Duo Upa-Mincay hanya tersenyum amit-amit, sementara Taeri masih berusaha menyucikan mulut sepet-nya pakai listerine terbaru rasa Jengki.
"Gomawo untuk semuanya, tanpa kami kalian memang bukan apa-apa." Upa merendah (?). Para staff langsung menatap killer.
"Psssst... onnie, salah. Tanpa kalian, kami bukan apa-apa." ralat Mincay yang memang otaknya paling normal diantara trio tersebut. Maklum, kemarin ia baru saja menyelesaikan check up bulanan-nya di RSj terdekat.
"Eh, iya.. maksudnya gitu."
 Lee Kuman tersenyum, "Bagus, bagus..."
"Tapi, Kuman-appa... Apa nama girlband kami?" tanya Taeri sambil kumur-kumur.
"Tenang, masalah nama sudah saya pertimbangkan. Ada dua calon nama yang bisa kalian pilih. Pertama, trio najong dan kedua, trio yadong. Bagaimanaaaa???"
'Kupret dah si appa, kagak ada nama lain apa?' batin Upa.
'Njir, lu kata kita apaan?!' batin Mincay sarkastik.
'Puiih, untung elu tetua disini. Kalo kagak, gue pites dari kapan kali.' dengus Taeri
"Ehehe... bagus sih, appa." jawab Upa munafik. Dicubitnya lengan Mincay dan Taeri yang menatap najong si Lee Kuman.
"Bener kan?! Ah, saya sampai bertapa ke gunung salak, berguru sama ki joko bodo sampai berniat jadi istri eyang subur yang ke-8 buat nyari ide ini. Ahahaha..." Lee Kuman tampak begitu bahagia. "Jadi, kalian mau yang mana? Kalo menurut saya lebih bagus trio yadong, tapi-"
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Tampak tiga orang dengan muka-muka penuh dosa memasuki ruangan.
"Hentikan!" teriak seorang dari mereka dengan suara yang cetar membahana menggelegar bak halilintar. *backsound kayak di tipi2*
"Gak usah sok dramatis deh, nyuk." Changmin menoyor kepala sang pemilik suara cetar membahana menggelegar bak halilintar yang tak lain tak bukan adalah Eunhyuk.
"Yaelah, Min. Mana tau disini ada produser yang mau ngajakin gue main film tukang haji naik bubur kan?!" sewot Eunhyuk.
Minho yang berdiri di sebelah Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya, "Yakali tukang haji naik bubur, hyung. Adanya juga tukang bubur naik haji kali."
Eunhyuk melotot histeris, "Kapan ganti judul?!! Kok gak ada yang bilang ke gue?!"
"BERISIK!!!" teriak Lee Kuman.
Eunhyuk, Changmin dan Minho langsung gemetar ketakutan.
"Eh, maap ye. Appa kelepasan. Ada apa kalian tiba-tiba kemari?" Lee Kuman langsung berubah dalam sekian detik.
Teringat tujuannya datang kemari, Eunyuk langsung tersadar. Matanya tiba-tiba melotot dan hidungnya kembang kempis.
"Hyuk, biasa aje." bisik Changmin.
"Appa! Apa maksudnya trio yadong, hah?" Eunhyuk sewot.
"Memangnya kenapa, Hyuk? Saya lama sekali memikirkan nama itu buat girlband baru ini. Kamu suka kan? Gimana?"
Eunhyuk menggoyang-goyangkan telunjuknya di depan muka Lee Kuman, "Nehi... nehi. Tidak bisa, appa. Trio yadong itu hanya kami bertiga, dan tidak ada yang boleh menggunakan nama itu. Selain itu, nama ini juga sudah kami daftarkan ke kantor hak paten."
Changmin dan Minho tersenyum-senyum yadong begitu Eunhyuk selesai menjelaskan.
"Sejak kapan?" tanya Lee Kuman.
"Sejak kami lahir, kami udah yadong kok, appa." jawab Minho polos.
Upa, Taeri dan Mincay langsung merinding disko.
'Ape-lu-kate, dari lahir udah yadong?' Mincay.
'Dosa apa gue punya sunbae seyadong ini?' Taeri.
'Onyu yadong juga gak yaa?' Upa.
"Yasudah, kalau begitu. Jadi, yang tersisa hanya trio najong. Kalian setuju?" tanya Lee Kuman pada trio Mincay-Upa-Taeri.
Trio UPARIMIN terdiam tanda tak setuju. Sementara trio yadong tertawa-tawa penuh kemenangan.
"Ayolaaaah, kalian tega sama appa? Appa sampai bertapa di gunung salak, berguru sama ki joko bodo bahkan berniat menjadi istri eyang subur yang ke-8."
"Appa, istri eyang subur itu udah 8." sambar Changmin yang paling update berita eyang subur. Maklum, doi memang berniat mengikuti jejak eyang subur. Bahkan Changmin sudah mempersiapkan nama yang pas untuk dirinya kelak, Eyang kubur.
"Kyaaaa! Masa sih? Jadi, appa bakal jadi yang ke 9?" Lee Kuman histeris.
"Iya, appa. Kok histeris gitu?" Changmin heran.
"Kyyaaaa. Berarti appa bisa bikin girlband dong! Saingan barunya SNSD!! Gyaaaaaaaa~~"
Eunhyuk langsung mengguncang-guncang tubuh Lee Kuman, "Woi! Sadar, woi!"
Beberapa menit kemudian, Lee Kuman berhasil disadarkan menggunakan air keras yang disembur Changmin ke mukanya. Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa air keras adalah ramuan awet muda-nya Lee Kuman. Konon ilmu itu ia dapat ketika bertapa di Pantai laut selatan. Tak berapa lama, Lee Kuman langsung kembali ke sosok aslinya, sok-karismatik.
"Jadi, kalian terima kan?" tanya appa.
Trio UPARIMIN terpaksa mengangguk sebelum terjadi kekacauan lebih lanjut.
"Gyaaaa~ kalian akhirnya setuju juga!"
'licik banget nih bocah tua.' sungut Taeri.
"Yaudah, sekarang kalian boleh pulang. Besok pagi, supir akan menjemput kalian. Sekarang saya akan pulang dulu, mau nelpon eyang subur. dadaaaah~" lambai Lee Kuman centil.
"Selamat ya, trio najong. Besok kalian debut kaaaan?" suara Changmin terdengar begitu centil.
Trio UPARIMIN langsung kabur.
"Kami harus pulang. DADAH OPPADEUL!!"

^^

Keesokan harinya...
"Yo... ai lop yu yo! Watsap yo!" duo RIMIN terus berlatih rap di sepanjang perjalanan menuju gedung stasiun tv tempat mereka akan debut. Taeri mempelajari rap dari oppa muah muah-nya yaitu AJ, sementara Mincay belajar rap dari abang Tiyopi.
Upa yang gedek mendengar rap gagal ala RIMIN hanya bisa menyumbat telinganya dengan kapas. Mentor-nya yaitu Onyu dubudubu-ailopyu sudah mengajarkan kepadanya, bahwa menjadi idol itu harus sabar, tetap bertawakal dan jangan lupa untuk selalu mengonsumsi ayam. Dua ayam lebih baik~~
'Tenang saja Onyu dubudubu-ailopyu-oppa, aku akan selalu mengingat pesanmu ini.' batin Upa terharu, ia langsung memakan persediaan ayam yang sudah dibungkusnya pakai kertas koran bekas.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di stasiun tv.
"Nah... ayo turun semuanyaa!" sahut andin-ajumma, manajer kami, yang langsung loncat setelah mobil diparkir dengan aman. Tangannya dipenuhi poster boyband-boyband kece. Maklum, andin-ajumma gampang sekali jatuh cinta, kalau anak muda bilang, labil. Andin-ajumma terdaftar sebagai SEBTOP (Shawol, Elf, Boice dan TOP).
"Ne, ajumma!" sahut Upa yang buru-buru mengikat kembali persediaan ayamnya dengan koran. Upa pun menyimpan bungkusan itu di balik jaketnya.
Akhirnya mereka memasuki stasiun tv dengan tampang-tampang super norak.
"Andin-ajumma, besar banget ya tempatnya?" ujar Upa polos.
"Onni, kenapa sepatunya ditenteng?!!!" teriak Taeri yang tanpa sadar menarik perhatian seluruh orang yang ada disana.
Andin-ajumma buru-buru meralat, "Eh, maaf.. kami lagi syuting sinetron! Cinta Pitri season 797! Maaf yaaa~"
Orang-orang yang menatap mereka kaget pun langsung ber-oh-ria. Tanpa ampun, Taeri dan Mincay langsung menyeret Upa menuju ruang ganti mereka, trio najong.
"Onni tau gak, kita bentar lagi mau jadi artis! Gak usah kampungan gitu dong!!" Taeri teriak histeris sambil menumpahkan hujan lokal ke wajah lider mereka.
"Onnie salah ya, RIMIN? Kan kasihan klining serpis-nya, tiap hari ngepel."
Mendadak diatas kepala Taeri muncul asap-asap seperti gunung merapi mau meletus.
"Taeri-onn, sabar..." bisik Mincay.
"Sabar gimana, cay?! Cay, lo jangan tahan gue cay! Lepasin gue, cay! Caaay!"
Mincay menatapnya najong. 'Pantes aja appa namain kita trio najong. Kelakuan pada gak normal semua.'
Tiba-tiba seseorang memasuki ruangan dan menyembur muka Taeri dengan air jamban (?). Ternyata oppa muah muah-nya Taeri yang juga kambek hari ini, AJ. Begitu Taeri tersadar, AJ pun tebar pesona dengan efek slow motion.
"Oppaaaaaa~" dengan efek slow motion juga, Taeri memeluk AJ.
"Hey, Ri baju gue rusaaaak!" AJ berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Taeri.
Duo UPAMIN buru-buru ngacir untuk berganti baju.
"Oppa, masa lebih sayang bajunya daripada Taeri?" rajuk Taeri dengan tampang najongnya.
AJ merinding. "Hehe gimana ya, ri... Ini kan baju mahal, kalau rusak gantinya susah. Kalau kamu mah banyak di Dongdaemun."
"Ah, oppa bisa aja~" dengan wajah sok imutnya, Taeri memukul bahu AJ.
'Setdah, dipikirnya gue muji?' AJ menghela napas panjang.
"Betewe, oppa mau kesini mau ketemu aku ya?" centil Taeri kian najong.
AJ mengangguk tak rela. "Iya, sih... kebetulan lewat dan dengar suara naga kamu. Aku yakin kamu pasti lagi ngamuk. Makanya aku sembur..."
"Gak apa kok, oppa. Aku rela kok disembur sama oppa."
"Ya udah deh. Sukses ya buat debut kamu hari ini..."
Taeri tersenyum sok-manis, "Iya, oppa. Makasih beud ya, oppah. Jangan lupa nonton debut kami ya, oppaaa."
"Oke. Sampai nanti ya, Ri. Annyeong!" AJ langsung berlari terbirit-birit keluar ruangan.
"Ahhh... my prince begitu manis. Awww~ annyeong oppaaa. muaaah~" dengan amit-amitnya Taeri melemparkan kissbai-nya ke arah AJ.
Duo UPAMIN yang sudah berganti baju hanya bisa menatap Taeri dengan prihatin.
"Taeri, buruan ganti baju!" teriak Upa.
Taeri mengangguk, "Iya, onni sayaaaang~"
UPAMIN merinding. Taeri begitu menyeramkan.

^^

"Nanti di panggung jangan kayak orang kampung ya Upa, Mincay juga jangan bertingkah abnormal. Taeri, kamu nge-rap nya jangan kayak orang ayan... nanti kalau begitu blahblahblahblahblah.." ceramah andin-ajumma panjang lebar melebihi panjang pidato presiden eSBeYe saat harga jengkol melambung (?).
"Eh, mincaaay!" teriak seseorang bersuara seksoi yang tak lain adalah bang Tiyopi.
"Abaaaaang!" teriak Mincay.
"TOP! GYAAAAA!!! OPPAAAAAA!" teriak Andin-ajumma histeris. Petugas keamanan yang berjaga langsung mengamankannya ke pos kamling.
Tiyopi tampak sedikit shock. "Siapa tuh, cay?"
"Hehe maklumin ya bang. Dari kampung... itu manajer kami." jelas Mincay. "Bang, ulang lagi deh adegan tadi."
Tiyopi mengangguk. Ia keluar dari ruangan tersebut dan masuk lagi. "Mincaaaaay!"
"Abaaaaaaang!!" teriak Mincay lagi.
'Setdah, ternyata rumor kalo TOP itu aneh benar ya?' Taeri
'Pantes aja Mincay kelakuannya kayak gitu.' Upa.
Setelah pelukan ala teletabis, tiba-tiba Mincay teringat. "Bang! Untung kita ketemu disini ya. Ayo bayar utang lo!"
Tiyopi tampak kaget. "Hutang, cay?"
"Halaaah... gak usah pura-pura lah, bang. Kau kan kalah togel sama aku. Tak ingat kau?"
Muka Tiyopi langsung galau. "Eh iya ya? Nanti deh, gue transfer via bank aja ya, cay. Pasti gue bayar! Jangan keras-keras ngomong kalau gue pernah main togel dong, cay. Bisa-bisa gue dibunuh Jidi."
"Beres. Tapi, kalau kau lupa... lihat aja!"
'Gila ni bocah, main togel sama om-om.' Upa.
'Togel?!' Taeri.
"Ehem... misi! Tadi gue denger nama gue disebut?" tiba-tiba Jidi muncul di balik pintu.
Tiyopi langsung panik. "Aduh, cay! Ini gara-gara lo!"
"Eh... Jidi-oppa, apa kabar?" sapa Mincay sok manis. "Tadi kita emang bicarain oppa kok. Aku kangen sama oppa, makanya.. Oppa makin keren deh."
Jidi langsung sumringah, "Ah, baik kok cay. Makasih ya, cay. Lo orang ke-12093199 yang bilang gue keren hari ini."
Mincay tersenyum najong, sementara Tiyopi bernapas lega, jiwanya terselamatkan dari amukan sang naga.
"TOP-oppa sama GD-oppa... hari ini mau kambek ya?" tanya Upa.
"Iya, aku mau kambek solo. TOP cuma nganterin kok. Kebetulan hari ini supir kita lagi sakit. Jadi dia yang gantiin." sahut Jidi sambil benerin topinya.
"Hehe.. iya, supir." Tiyopi tersenyum tak rela.
"Judul lagunya apa, oppa?" tanya Taeri yang sedang di mek-ap.
"Kebetulan, lagunya terinspirasi dari rambutku (ini inspirasi dari sebuah ff humor Big Bang yang gue lupa baca dimana. Kalo ada yang tau, silahkan komen juseyo. terimakasih). Judulnya, Alhamdulillah ya, aku botak."
Spontan UPARIMIN+Tiyopi langsung ngakak terguling-guling. Sementara Jidi mengusap-usap rambut plontosnya bingung.

^^

Akhirnya Trio Najong menaiki panggung. Mimpi mereka menjadi bagian dari kpop idol akan terwujud sebentar lagi. MC Onyu-Jungah (?) pun memperkenalkan mereka.
"Mereka ini adalah hoobae-ku di KMent, Jungah." Onyu sumringah.
"Benarkah, jagiya? Ah, nama mereka benar-benar unik ya, jagiya?" Jungah tersenyum mesra.
Onyu mengangguk, "Benar... mereka juga hoobae-hoobaeku yang manis."
Melihat dan mendengar adegan mesra itu, Upa melotot-melotot tak jelas di atas panggung, kalau tidak ingat kata-kata manajer-ajussi, mungkin ia sudah mencakar lantai, garuk dinding, gegulingan di aspal dan jumpalitan dari lantai 22. Hubungan Onyu-Jungah benar-benar membuatnya tersiksa.
"Onni, fokuss..." bisik Taeri waras.
Upa menarik napas. "Aku gak sanggup, Ri."
"Onni pasti bisa, onni cemunguddd, #prayforonni #koinuntukonni!" teriak Mincay ngaco sambil memukul-mukul punggung Upa.
"Ya sudah deh, jagi.. Langsung saja ya!" Jungah mempersingkat waktu.
"Ini dia debut TRIO NAJONG dengan single mereka CUCOK BO'!" MC Onyu akhirnya memanggil mereka dengan gaya rempongnya.

"1...2...3!
Yo.. Cucok bo! Cucok bo! Yo, lo yang disana! Cucok bo!
Ahaay~ Cucok cucok cucok!" duo RIMIN mulai rap ala AJ-Tiyopi gagal mereka sambil pecicilan gak jelas kekiri dan kekanan sementara Upa, yang merupakan lead dance mereka mulai nge-dance dengan penuh energi di tengah panggung.

'Ya ampun, hoobae gue kece banget!' Onyu.
'Diliat-liat Taeri manis juga ya kalo lagi ngerap. Hidung kembang-kempisnya itu loh, karismatik banget :3' AJ
'Mincay, gak sia-sia gue ngajarin lo nge-rap pas kita lagi main togel! Gue bangga beudh!' Tiyopi
'Cucok banget lagunya. Gue mau pasang RBT-nya aaaaah~' Jidi
'Main dancer-nya keren banget! Cucok... Oh, love in first sight!' Seungyeol
'Trio kita pasti jauh lebih sukses. Tinggal pamer abs, pasti lagu kita masuk billboard!' trio yadong
'Gue gak sabar pen cepat-cepat debut sama girlband gue!' Lee Kuman yang datang bersama Eyang Subur.

Begitulah cerita awal debut Trio Najong yang tragis dan dramatis.
Thanks for reading. Muaaah~ *abaikan