avengers

avengers
Showing posts with label Manchester United. Show all posts
Showing posts with label Manchester United. Show all posts

Saturday, May 30, 2015

For Abang Jambuls

These days there are a lot of news about De Gea's future to Real Madrid. I really don't want to see David De Gea leaving the club. No, I'm going to hate it. Even more if he goes to Real Madrid. I know, playing in Real Madrid is a big temptation for De Gea. Spain is his hometown and his gf is there.

Well, De Gea... remember when you came to Manchester United for the first time. You were just a skinny boy who came after Van der Sar's retirement. You used to make a lot of mistake and had to compete with Lindergaard to gain the first spot as a goalie. The expectation from the fans was high but you kept doing several mistake. But some of the fans, include me, were there, supporting you as we kept believing that you were the right person that was chosen to replace Van der Sar.
We believed that you were going to prove that Sir Alex made a right desicion to give you the number one shirt.

And after years, you prove it. You improved a lot. You rarely made a mistake. Now you even playfully kick the ball. Don't you know how worried the fans were when you kick the ball in the past. We were worried you'll make a mistake. But now we can rely on you. We can calmly watch you. You had already proved that Sir Alex made a right desicion to put you as the goalkeeper.

That's why you can't leave. Can't you imagine how will they treat you? They even boo-ed their legend goalkeeper and put him away in the bench for many matches. So, can't you just stay in this club?

Sincerely, a fan of Manchester United.

Wednesday, May 14, 2014

Park Ji-Sung Pensiun


Diantara semua berita pensiun dan kepindahan pemain ke klub lain, ini satu-satunya berita yang membuat gue benar-benar syedih. 

Park Ji Sung pensiun.

Ya, akhirnya saat ini datang juga.

Park Ji Sung, alasan gue mulai menyukai Manchester United. Dia orang asia yang bermain untuk klub sebesar Manchester United. Semua orang di dunia tahu, gak banyak orang Asia yang bermain di Eropa, khususnya Inggris, pada waktu itu. Adanya Park Ji Sung di Manchester United membuat gue berpikir, pasti ada yang istimewa dengan pemain ini. Ternyata, dia memang istimewa. Semangat dan kerja keras. Gue rasa kedua hal ini yang menjadikan Park Ji Sung istimewa. Gue pernah baca tentang bagaimana kerasnya Park Ji Sung berlatih dan itu semua sukses menjadikan gue sebagai fans oppa yang satu ini.

Park Ji Sung, bagi gue, adalah simbol dari kerja keras dan semangat. Walau gue secara personally gak kenal sama Park Ji Sung, tapi dia sedikit-banyak mengajarkan kepada gue arti usaha dan kerja keras. Lihatlah caranya menggiring bola, mengejar bola sampai mencuri bola dari lawan. Cepat, gesit dan  juga sabar. Sifatnya yang terkahir mungkin gak semua pemain bola punya.

Di Running Man, Park Ji Sung kelihatan sopan dan pinter banget bicaranya. Pembawaannya yang lucu dan 'variety' banget, membuat gue merasa, gue gak salah memilih idola. Hahaha. He's really good-mannered and funny. Ingat caranya membully Kwangsu ditengah pertandingan, itu benar-benar lucu.

Mungkin ada yang berpikir, karena gue suka Korea, makanya gue suka Park Ji Sung. It's totally wrong. I think there is no correlation between it. I like him because I'm an Asian and he is an Asian. I feel proud everytime I see an Asian player in Europe. Especially Park Ji Sung who introduced me to a new world. Hehe.

Akhir kata (?), semoga Park Ji Sung sering-sering muncul di TV. Semoga cedera lututnya cepat sembuh. Semoga pernikahannya bulan Juli mendatang lancar, punya anak-anak yang cakep dan lucu kayak oppa dan cantik kayak Kakak ipar, Kim Min Ji-onni. Semoga oppa sukses yaa. Really really want to see you happy, oppa.

Your Fans 

Monday, May 12, 2014

Catatan Akhir Musim 2013/2014

Musim 2013/2014 ini bisa dikatakan musim yang sama sekali berbeda dari musim-musim sebelumnya. Apa yang berbeda? Cukup banyak sih hal yang berbeda kalau dibandingakan dengan musim sebelumnya.

Pertama, gue udah jadi anak kuliahan di sebuah program studi dimana kebanyakan mahasiswa-nya adalah mahasiswi. Mengertikah? Yang jelas, gue gak punya teman berbagi cerita kayak di SMA dulu. Jujur, gue merasa tersiksa. Bukan berarti disini gak ada cowok, tapi di kelas gue, cowok yang mengerti dan bisa diajak bicara bola cuma beberapa biji. Membandingkan dengan cahabat-cahabat di SMA dulu yang heboh banget tiap pagi, membuat gue benar-benar merasa I came to a wrong place. But, life must goes on. Kedua, masalah siarannya. Gedek sendiri deh tiap nonton bola harus kecilin suara televisi biar gak kedengeran chant atau komentator yang putus-putus. Berasa streaming. Beneran deh. Ditambah lagi jumlah match-nya MU yang disiarkan gak seberapa banyak. Tapi harus bersyukur sih.
Ketiga, no more Sir Alex Ferguson~ Nah.. ini yang menyebabkan perbedaan kian terasa. Gak tau deh mau bilang apa. Yap, perbedaan-perbedaan itulah yang membuat musim ini terasa kian 'istimewa'.

Dimulai dari awal musim, manajer baru berhasil memberikan sebuah trofi Community Shield. Betapa jelek pun klub di musim ini, setidaknya klub mengawalinya dengan sebuah trofi. At least, it's not a year without trophy. Sejujurnya, gue bahkan gak ingat hasil pertandingan-pertandingan berikutnya. Satu hal yang pasti, banyak kekalahan dibanding musim lalu. Plus beberapa "rekor" yang dipecahkan oleh sang manajer baru. Gue berusaha legowo, anything can happen in football

Perjalanan di UCL berlanjut lebih lama dari perkiraan gue. Mengingat MU udah babak belur di liga domestik, rasanya melaju sampai ke perempat final menjadi capaian yang cukup baik. Melawan

Satu-satunya pertandingan yang berkesan di musim ini, mungkin saat melawan Olympiakos. Pertandingan leg ke-dua di Old Trafford benar-benar luar biasa. Mereka seperti kerasukan para pemain legend. Menurut gue sih dramatis.

Pada akhirnya, posisi tujuh dan saya speechless. Tapi gue pikir, ini posisi yang pantas untuk musim ini. It seems like they lost their passion, they lost their interest in winning the game. Well, I don't really understand them. But, next season we have to do it better than this season, make sure to get back our trophy and enter the Champions League. We can do it, United!
Last but not least, congratulation Manchester City :)

Saturday, April 26, 2014

Goodbye David Moyes


It happened. Selasa, 22 April 2014 karir David Moyes di Old Trafford berakhir. Sejujurnya gue gak terlalu shock karena 48 jam sebelumnya, berhembus kabar di bahwa David Moyes akan dipecat. Ternyata benar, he left Old Trafford.

Honestly, I felt sad. Ini bahkan belum satu musim David Moyes di Old Trafford. Hanya sisa 5 pertandingan lagi. Tak bisa kah menunggu sampai akhir musim? I also felt disappointed. Is this the way how a big club treat their manager? Isn't it too cruel? Sampai hari selasa kemarin, gue gak pernah kecewa dengan segala keputusan atau tindakan yang diambil oleh klub, tapi ternyata ini membuat gue cukup kecewa. Apalagi begitu Moyes resmi out, harga saham meningkat. Di twitter banyak yang bilang, ini cara Glazer meningkatkan kembali harga saham. Entahlah. Gue juga gak paham.

Terlepas dari hasil-hasil laga yang cukup memprihatinkan, bukankah sebuah klub besar seharusnya memperlakukan pelatih mereka dengan baik? Kalau begini caranya, what's the difference between us and the other 'rich' clubs? Bahkan Arsenal yang masih puasa gelar sampai detik ini, tetap sabar dengan pelatih mereka. Bukan maksud gue ingin puasa gelar selama itu, tapi bukankah semua ada proses? Seperti kata David Beckham, "....It takes time...there's a transitional period."

Moyes tentu punya andil dalam merosotnya peringkat MU musim ini. Sampai-sampai peringkat Everton di liga pun di atas MU. Tapi sekali lagi, ini semua bukan sepenuhnya salah Moyes. Melihat skuad yang seperti kehilangan semangat bertanding (kecuali di beberapa pertandingan), rasanya memang sebanding dengan peringkat liga yang di raih. Mereka seperti kehilangan motivasi. Terlebih kalau sudah tertinggal satu gol. 

Kabar baiknya, Ryan Giggs yang akan menjadi pelatih pengganti sampai akhir musim ini bersama Paul Scholes, Nicky Butt, Phil Neville. Semoga bisa meraih poin maksimal di laga-lag terakhir. I really love this combination. Hope it will long last. Hehe. 

Semoga David Moyes menemukan klub yang terbaik untuknya. Thank's David Moyes, you're a part of our club's history. Thank you :)

My besties tweet. Quite the same as mine.

Friday, January 17, 2014

Moyes Out?


picture source: http://www.mirror.co.uk/sport/football/news/david-moyes-sad-cat-face-2994656

Belakangan ini gue sering baca-baca komentar di fanpage MU. Fans MU seperti terbagi. Ada yang memihak Moyes, ada yang sibuk bilang “Moyes out” dan ada yang adem-adem aja. Gue termasuk yang adem-adem aja sih ya. Jujur, musim ini gue seperti kehilangan semangat. Entah karena EPL ditayangkan di Indosiar dan SCTV atau karena pelatihnya bukan Sir Alex atau mungkin karena gue kehilangan cahabat buat berbagi cerita bola tiap pagi. Kayaknya semuanya deh… Tapi bukan berarti gue karbit ya. Sorry deh. Gue masih tetap ikutin perkembangan dan hasil-hasil laga nya kok.

Kembali ke masalah “Moyes OUT”. Di awal musim atau pertandingan-pertandingan awal, gue percaya kok sama Moyes. Sampai saat ini gue errr…percaya sih sama Moyes. Kalau dipikir-pikir, ada banyak faktor yang menyebabkan klub ini jadi terpuruk seperti sekarang. Inilah yang gue pikirkan tentang kemunduran MU di musim ini.

Pertama, Moyes. Moyes mengubah segalanya. Pfft. Gue juga gak terlalu mengerti struktur kepelatihan di Manchester United. Tapi yang gue tau, Moyes mengganti para asisten Sir Alex dengan asistennya di Everton. Seharusnya Moyes tau, gak mudah melatih klub ini kalau gak paham apa yang ada didalamnya. Menurut gue sih, asisten Sir Alex bisa banyak membantu Moyes dalam melatih klub.

Kedua, transfer musim panas dan Ed Woodward. Penggantian CEO ternyata berdampak besar terhadap klub. Di transfer musim panas lalu, sang CEO baru justru gagal. Beberapa sumber menyatakan the worst transfer window in Manchester United’s history. Gue setuju. Banyak nama-nama besar yang justru lepas dari incaran seperti Thiago Alcantara, Ander Herrera dan Mesut Ozil. Yang paling mengesalkan bagi gue sih Mesut Ozil. Mesut Ozil was offered to United, but United rejected it. Benar-benar ngeselin. He’s one of my favorite players and now, I have to hate him just because he signed for Arsenal. Dammit bangetlah. Satu-satunya pemain yang berhasil didatangkan ke United adalah Marouane Fellaini yang harganya cukup mahal menurut banyak orang. Gue sih gak tau standar harga pembelian pemain. Tapi yang katanya Fellaini mahal, apalagi sekarang permainannya menurun. Pfft.  

Ketiga, skuad yang ditinggalkan Sir Alex. Melihat dari skuad peninggalan Sir Alex, gue gak bisa nyalahin Moyes. Kenapa? Lihatlaaaah, ada berapa pemain yang udah tua dan sering cedera. Belum lagi performa sebagian pemain yang menurun. Trio bek, Vidic-Ferdinand-Evra, mereka udah cukup berumur dan ditambah lagi mereka sering cedera. Di barisan tengah, Carrick bisa diandalkan tapi cedera juga. Sementara Kagawa, entah apa yang dipikirkan Moyes. Di awal musim kemarin, entah berapa lama Kagawa disimpan untuk alasan yang gak jelas. The big problem di lini tengah adalah Young dengan sandiwara konyol-nya. Hell. Di lini depan, no problem. Tapi perubahan mulai terasa sejak Van Persie cedera. Untungnya belakangan ini performa Rooney dan Welbeck lumayan.

Dibawah  ini ada screen-capture hasil polling terhadap fans MU oleh salah satu fanzine MU. Hasilnya adalah lebih banyak dari fans yang ingin mempercayai Moyes sampai musim depan. Artinya, banyak fans yang berpikir bahwa Moyes perlu diberi waktu. Kalau menurut gue, itu baru namanya fans bijaksana. Bukan asal bacot aja. Kenapa gak lo aja jadi CEO kalau mau memecat Moyes. Dari beberapa bulan yang lalu, di twitter udah muncul hashtag #MoyesOut. Padahal musim ini aja belum kelar. Buktikan deh, kita beda sama klub-klub kaya yang hobi mengganti pelatih.


Satu hal lagi yang terpikir sama gue, fans MU yang umurnya gak lebih dari 27 tahun pasti ngerasain yang sama dengan yang gue rasain. “Oh… ternyata ini rasanya ganti pelatih,” atau “Gini amat ya rasanya ganti pelatih.” Ternyata nyesek ya mengganti pelatih.


Saat ini, MU ada di peringkat 7 dengan margin 11 poin dengan pemuncak klasemen. Harapan gue buat musim ini gak muluk-muluk sih. Semoga aja masuk 4 besar dan lolos ke liga champion atau paling enggak bisa menang Capital One Cup. Pengennya sih juara liga champion. Hehe… Hal yang gue takutkan adalah, MU terlempar dari 4 besar dan pemain-pemainnya pada kabur. Apapun itu, MU harus bisa mempertahankan pemainnya. Moyes, we trust you. 

Flashback 2013

Postingan kali ini, gue mau sedikit berbagi (?) tentang gue dan 2013.

Awal tahun 2013,
Kelakuan gue di awal-awal 2013 lalu emang agak-agak nganu. Padahal bisa dibilang udah mendekati UN, tapi kenyataannya, sampai 1 bulan sebelum UN gue masih main-main. Belajar sih belajar, tapi gak fokus. Buat adik-adik tingkat, jangan contoh kelakuan gue ya -_-

Maret 2013, 
inilah bulan puncak ke-stress-an gue. Jujur, perasaan gue gundah, galau, stress. Padahal bisa dibilang gue tipe orang yang, let it flow and take it easy. Tapi ternyata gue gak bisa. Apalagi setelah kelas dipisah dan gue ditempatkan di kelas tempat orang-orang pintar dan rajin belajar. Pemisahan kelas sebenarnya didasarkan pada hasil TO dan bisa dibilang gue cuma lagi beruntung karena hasil tebak-tebakan gue di TO sebelumnya lumayan bagus. Yah, saat itu gue cuma siap buat pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Biologi. Kimia lumayan bisa, tapi gue-nya gak percaya diri. Khusus untuk my beloved Matematika dan Fisika, gue gak tau deh. 

April 2013,
Mendekati UN, gue makin kalut. Makin sok rajin belajar juga. Gue bukan tipe murid yang hobi bertanya sama guru, makanya gue selalu bertanya sama teman-teman yang lebih pintar daripada gue dan itu berhasil membuat gue memahami pelajaran yang agak sulit. Senin, 15 April 2013, dimulailah pertempuran yang sebenarnya. Hehe... Asli nervous di hari pertama UN. Padahal hari pertama pelajaran Bahasa Indonesia yang menurut gue agak ringan dibanding pelajaran lain. dan di hari itulah gue mengerti kenapa Bahasa Indonesia ditempatkan di hari pertama dan hanya satu pelajaran itu aja. Kamis, 18 April 2013, akhirnya selesai UN. Beban gue seperti terangkat di hari itu. Tapi gak semua karena gue masih gak yakin sama hasil ujian gue terutama Fisika. Sabtu, 20 April 2013, acara perpisahan di hotel Furaya. Setelah hari itu, dimulailah hari-hari kebebasan gue selama sekian bulan.

Mei 2013,
Gue gak bisa ingat dengan jelas hari-hari lain di bulan Mei. Paling-paling gue sibuk mantengin Big Bang di youtube dan juga nonton Running Man. Tapi ada satu hari yang menurut gue paling bersejarah di hidup gue. Jumat, 24 Mei 2013. Sore itu, sebelum ashar, gue pegang amplop dan ya, gue lulus. Itu momen yang luar biasa bagi gue. Di hari itulah gue benar-benar merasa beban gue terangkat seluruhnya. Lega. Haru. Gue gak punya kata yang tepat buat mendeskripsikan perasaan gue pada hari itu. It's unforgettable.
Di bulan ini juga tanggal 28 Mei 2013, gue dinyatakan lulus PBUD UR. Itu kebahagiaan gue yang kedua di bulan Mei. Kebahagiaan gue yang ketiga di bulan Mei adalah gelar ke-20 Premier League untuk Manchester United. Tapi, ada satu hari dimana gue mewek di bulan ini. Ya, pensiunnya Sir Alex Ferguson. Entahlah ya, mungkin karena gue gak pernah melihat orang lain duduk di kursi pelatih Manchester United. Nyesek sih.

Agustus 2013,
Gue mengakhiri masa kebebasan gue dengan upacara 17 Agustus di Universitas dengan status Mahasiswa Baru. 19-22 Agustus 2013 bisa dibilang hari-hari paling menyebalkan dalam tahun 2013. Gak tau deh kenapa, tapi gue gak suka aja tersenyum sok ramah sambil menjulurkan tangan, "Siapa namanya? Aku Nisa." So cheesy. Entah ya, mungkin karena gue belum siap masuk ke lingkungan baru dan meninggalkan hari-hari indah SMA. Ya, SMA terlalu indah buat dikenang.

September 2013,
Dimulailah hari-hari gue sebagai seorang mahasiswa. Cukup santai sih. Tapi terkadang sebel, nungguin dosen sekian lama dan ternyata dosennya gak datang. Itu sih yang buat gue agak gak enak. Ditambah lagi matakuliah tertentu yang dipindahkan ke hari lain yang seharusnya libur. Lama-lama udah terbiasa kok. Tapi tetap aja, Ayah bilangnya kalau di FMIPA gak gini-gini banget. Apapun, sekarang gue udah menikmati kok ;)

Rasanya, inilah tahun yang penuh dengan perubahan. Kalau boleh dikasih judul 2013 itu The Year of Change (?). Tahun perubahan atau transisi. Dari masa SMA ke masa kuliah, dari putih abu ke putih-hitam. Bicara soal putih-hitam, sampai saat ini gue masih bertanya-tanya kenapa sih harus putih-hitam dan memakai putih-hitam mengingatkan gue kalau sales juga pakai putih-hitam. Tahun ini juga masa transisi di Manchester United. Well, the new story has already begin. Fighting!

Wednesday, October 23, 2013

Battle of Red


Laga bertajuk Battle of Red mempertemukan para legenda sepakbola dari Indonesia dan juga dari Manchester United. Dari kubu Manchester United, gue agak kecewa sih karena Schmeichel atau Van der Sar gak ikut. Kenapa kecewa? Cause I admire them! Tapi gue gak sekecewa itu karena masih ada Owen, Saha, Blomqvist, dan banyaaaak lagi. Jujur, gue cuma tau sedikit dari para legend United yang bermain tadi malam. Yang paling segar, ya Owen sama Saha sih ya. Selebihnya gue cuma tau Jesper Blomqvist, Lee Sharpe, Paul Parker, David May dan Fortune. Tapi ya laga ini bisa mengenalkan ke fans united, legenda-legenda mereka. Apalagi fans yang seumuran gue yang besar di zaman Rooney, Ronaldo, Carrick, Ferdinand, Van der Sar. Hehe...

Satu hal lagi yang cukup mengganggu (?) adalah ketimpangan umur pemain antar kedua klub. Rataan umur starting XI Indonesia kira-kira 34 tahun, sementara rataan umur starting XI United adalah 41 tahun. Beda jauh kan? Satu hal lagi, para pemain Indonesia rata-rata adalah pemain yang masih aktif di klub. Sementara United.. Gue ngakak-ngikik sendiri liat perut-perut buncit mereka. Tapi yang namanya pemain hebat, permainan mereka tetap luar biasa. Louis Saha, Michael Owen, Clayton Blackmore, Jesper Blomqvist, Quinton Fortune, dan semuaaaaaaa. Bahkan tekel David May yang berbuah penalti dan emosi Lee Sharpe yang menghasilkan kartu kuning terasa keren banget bagi gue.

Umur boleh bertambah, perut boleh buncit, tapi skill sepakbola masih kece. Terbukti dari skor 7-6 untuk kemenangan Indonesia. An entertaining game and an amazing match!

Friday, December 28, 2012

Red Devils vs The Reds, Kisah Fans setia XD

Kali ini gue mau share "tissue's message" yang dibuat oleh dua fans klub sepakbola paling terkenal sejagat raya. *lebay
Gak ada kerjaan banget nih, di saat teman-teman sedang damai-damainya belajar, ada dua orang fans yang asik perang kata-kata.
Kedua-duanya ngaku merah sih, tapi yang satu setan merah yang satu lagi merah aja.
Yang satu piala liga inggrisnya 19, yang satu lagi 18 tapi udah karatan semua.
Yang satu piala eropa-nya baru 3 tapi masih ada yang kinclong, yang satu lagi udah 5 tapi 4-nya habis dimakan rayap.
Yang satu tim terbaik dunia, yang satu lagi mantan tim terbaik inggris.
*ngaciiiir


well, emang gak ada sih tim terbaik selain Manchester United xD
ps: chairman, ingat "janji laki" kita ya. 2 musim dari sekarang (2014/2015) kalau Liverpool gak juara Premier League, belikan gue jersey MU. Kalau Liverpool yang juara, gue yang belikan jersey ;)



Saturday, June 9, 2012

End of the Season - Curhatan 'a die-hard ManUtd fans'

Hahaha gw ngakak deh baca judul absurd postingan gw ini. Okay, gw cuma pengen memberikan pendapat tentang season 2011/2011-nya Manchester United. Well, mungkin udah ngerasa juga kali ya bakal begini akhirnya. Soalnya gw gak semangat lagi bikin postingan tentang match-match Man Utd di musim ini (abaikan).

Pertama, gw sebagai fans setia sih agak kecewa. Tapi gak se-begitu kok. Musim ini gw akui musim yang gak baik buat Man Utd. Walaupun mengawali musim dengan skor-skor fantastis. Justru ternyata, dikalahkan dengan skor fantastis juga sama tetangga sebelah yang musim ini cukup "berisik".

Sejauh yang gw lihat sih, faktor yang mempengaruhi penampilan buruk Man Utd tahun ini (yah, gak buruk-buruk amat sih. Tapi faktanya gak ada piala yang berhasil kita boyong musim ini kan?) adalah cedera. Yap, badai cedera lebih tepatnya. Kehilangan banyak pemain dari skuad utama, sedikit-banyak membuat Sir Alex Ferguson harus pandai-pandai dalam meracik susunan pemainnya di lapangan. Fletcher, Vidic, Cleverley, Anderson, Valencia, Nani, Jones, Smalling, Owen, Lindegaard dan sederet nama-nama penting dalam skuad utama sang pelatih. Rata-rata cedera para gelandang kan?


Sampai paruh musim, gw yakin semua fans MU berharap Sir Alex mau belanja pemain pada bursa transfer musim dingin. Tapi, ternyata? Scholessy. Sang maestro lapangan tengah, our gingerprince, yang memutuskan pensiun di akhir musim lalu, memutuskan kembali memperkuat MU yang tengah dilanda krisis middlefielder. Pastinya semua terkejut. Bahkan pemain MU sendiri gak tahu bahwa Paul Scholes bakal kembali.

Penampilan buruk MU di musim ini dimulai dari kekalahan memalukan dari tetangga sebelah, Manchester City. Hasil itu cukup berdampak pada penampilan MU di laga-laga selanjutnya. Setelah menang 3-0 dari Aldershot di Carling Cup, MU hanya mampu menang 1-0 melawan Everton, Sunerland, Swansea City. Dalam UEFA Champions league, Benfica berhasil menahan imbang MU di kandang mereka yang membuat MU harus bekerja ekstra keras jika ingin melangkah ke babak selanjutnya. Selang berapa hari, MU hanya mampu memetik 1 poin setelah bermain imbang melawan Newcastle United di Old Trafford. Tidak berhenti sampai disitu, dalam lanjutan Carling Cup yang diadakan hanya 4 hari berselang, MU kembali dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri. Crystal Palace memastikan langkahnya ke babak selanjutnya setelah berhasil mengalahkan MU 1-2. Very bad result, right?

Puncaknya adalah kekalahan Manchester United atas Basel di laga terakhir fase grup, UEFA Champions League. Basel berhasil mendepak Manchester United lebih awal dari Champions League setelah menang 2-1. Gol yang dicetak Jones tak mampu membuat pasukan setan merah melangkah lebih jauh lagi.


Semangat dan mental pemain benar-benar diuji. Tapi, berkat kerja keras dan semangat, MU kembali menemukan performa terbaik mereka tepat di laga pertama setelah kekalahan atas Basel. 4-1 melawan Wolves cukup memberi bukti kemantapan mental pemain. Setelah dua kemenangan beruntun dengan skor 5-0, MU sepertinya kembali diuji.

Laga yang seharusnya menjadi momentum untuk mengkudeta posisi Manchester biru di puncak klasemen, gagal dimanfaatkan dengan baik. MU justru takluk di tangan penghuni klasemen bawah, Blackburn ROvers. Skor tipis 2-3 di hadapan pendukung sendiri, menjadi kado akhir tahun terburuk yang pernah ada. Jujur, disaat orang-orang niup terompet tahun baru, gw malah sesenggukan gak jelas. Kesal? Jelas. Orang-orang diluar sana terlalu mengagung-agungkan statistik. Kesal.

Newcastle United kembali jadi momok menakutkan. Yap, kalah 0-3 di laga tandang. Namun kembalinya Scholessy memberi angin segar dalam skuad. Laga kontra City di lanjutan FA cup berhasil diselesaikan dengan baik.


Europa league yang jadi hukuman untuk Man Utd atas kegagalan menjadi yang terbaik di kasta tertinggi eropa dimulai dengan cukup baik. Ajax Amsterdam, menjadi lawan pertama pasukan setan merah. Namun, Atletic Bilbao menghentikan langkah Man Utd di europa league sedikit lebih awal.

Turning point terjadi lebih awal dari perkiraan. Man City yang takluk di tangan Swansea menyerahkan singgasana pada sang rival sekota. Man Utd merajai klasemen Premier League. Mungkin turning point yang di saat yang tidak tepat yang menjadikan seluruh fokus beralih ke BPL.

3 poin, 5 poin sampai akhirnya unggul 8 poin. Namun, sedikit demi sedikit keunggulan poin itu hilang. Setelah beberapa hasil cukup mengecewakan yang diraih City, kembalinya "sang pembangkang" tak ubahnya menjadi sebuah semangat bagi kubu the citizens. Tapi sebenarnya bukan City yang terlalu perkasa, hanya Man Utd yang tak bisa mempertahankan angka-angka berharga yang disia-siakan pasukan biru langit.


Namun, pada akhirnya hasil yang diterima di laga kontra Everton-lah yang menjadi suatu penyesalan. Pada situasi unggul dan chance untuk memenangkan laga lebih besar, ternyata hasil imbang 4-4 dan 1 poin yang menjadikan posisi Man Utd hanya berselisih 4 angka dari Man City.

Derby paling menentukan dan menegangkan digelar satu minggu berselang. Man Utd harus memenangkan laga atau paling tidak bermain imbang di Etihad Stadium. Namun, satu gol dari Vincent Kompany harus mengubur impian sang Setan merah untuk menggenapkan raihan tropi liga inggris untuk ke-20 kalinya. City memenangkan laga sekaligus hampir memenangkan liga.

Pertandingan terakhir. Harapan itu selalu ada, pendukung Man Utd pasti meyakini hal ini. City vs QPR dan Sunderland vs United. Butuh setidaknya lebih dari 8 gol untuk menjadi juara Liga inggris, kalau city benar-benar bisa memenangkan laga. Namun, Man Utd hanya mampu bermain 1-0.

Perhatian seluruh pecinta sepak bola, khususnya liga Inggris lebih tertuju ke Etihad Stadium. Calon juara kontra calon pendatang baru di kasta kedua liga Inggris. 1-0, city memimpin. Namun, akhirnya QPR membalas 2 gol dalam selang waktu beberapa menit. Seluruh pendukung Man Utd yang menyaksikan pertandingan Man Utd vs Sunderland bersorak. QPR memimpin di Etihad Stadium. Setelah pemain QPR yang juga mantan pemain City diusir ke luar lapangan, tekanan kian bertubi-tubi. Tepat saat injury time, dua buah gol tak terduga tercipta. Sang Setan Merah takluk.

Rasanya, musim ini adalah musim dengan edisi penuh drama. Tapi sayang, gak berbuah manis seperti yang diharapkan di awal musim. Yang jelas, gw tetap bangga. Biarkan Manchester City yang memenangkannya musim ini, tapi tidak musim depan. Memberi makan orang yang berbuka puasa, sebuah pahala kan? Apalagi puasanya sampai 44 tahun. It's not a short time, isn't it? Hahahaha...

Yang jelas, musim ini jadi sebuah pelajaran berharga. Ada banyak 'nilai' yang bisa kita renungkan kan? Tahun depan semoga menjadi lebih baik dan congrats for Manchester City. Hahaha.. Yap, that's all. You're still my pride, MANCHESTER UNITED! Glory Glory MAN UNITED! COME ON YOU REDS, WE'LL WIN IT NEXT YEAR!!!  

PS: just some random pics from this season :D

Sunday, November 6, 2011

[B'day] De Gea and Ferdinand Birthday

7 November, ada dua orang pemain man utd yang ulang tahun..
DAVID DE GEA QUINTANA and RIO GAVIN FERDINAND :D

De Gea, semoga jadi kiper yang lebih baik lagii di masa depan. Umur De Gea kan masih muda, baru juga 21 tahun. Jadi, jalan masih panjang. Semoga clean sheet selalu. #AMIN

Terus, semoga bisa masuk ke timnas Spanyol senior, gantiin Iker Casillas. :D

Ferdinand, umur yang ke 33. Semoga enggak segera pensiun, karena ferdinand kan defender yang bagus banget. Yang jelas jangan buru-buru pensiun. Hehehe.



Oke deeeh...Happy birthday :D

My Favourite Football Player!


Aku gak tau kenapa bisa suka sama seseorang.. tapi, yang jelas *banyak bacot* aku gak liat dari wajahnya.. *dusta* huehehe... aku gak terlalu suka ma yang terlalu banyak gaya. Yap.. aku banyak bacot... Ini pemain bola kesukaan aku..

1. Park Ji Sung
Seluruh dunia kayaknya juga udah tau deh... *PLAKK*
huehehe... gak tau kenapa aku suka ma Park Ji Sung-ajussi... Yang jelas, aku bangga ma Ji Sung-ajussi... sebagai sesama orang asia berambut hitam, seneng rasanya ngeliat ada orang asia dalam klub sepak bola yang sangat hebat. Manchester United.


Nama Lengkap: Park Ji Sung
Julukan: Three Lung
Tempat/Tanggal Lahir: Seoul, 25 Februari 1981
Timnas: South Korea
Klub: Manchester United (2005-now)


2. Edwin Van der Sar
Kiper yang hebat dan akan selalu ada di hati penggemar MU. :)


Nama Lengkap: Edwin Van der Sar
Julukan: The Flying Dutchman :D
Tempat/Tanggal Lahir: Voorhout, Netherlands, 29 October 1970
Timnas : Netherlands
Posisi : Kiper
Klub: Manchester United (2005-2011)

3. Phil Jones
Gak tau mau komentar apa. Phil Jones itu hebat dan dia sangat hebat :)


Nama Lengkap: Phillip Anthony Jones
Tempat/Tanggal Lahir: Preston, England, 21 February 1992
Timnas : England
Posisi : Defender
Klub : Manchester United (2011-now)

aa?? kurasa segini aja deeh... ntar kalo nambah, masukin lagi deeh.. hehehe... posisi nomor 1 tuh ji Sung-ajussi trus baruuu Van der Sar!! :D

EPL Pekan ke-11 ManUtd vs Sunderland

5 November 2011 at Old Trafford stadium.


United won the game.
 1-0
Sebelum pertandingan dimulai, diumumkan bahwa north stand berganti nama menjadi Sir Alex Ferguson Stand, sebagai penghormatan untuk 25 years-nya Sir Alex bersama Manchester United. It's the boss milestone anniversary :)

rasanya ada sesuatu yang aneh sama permainan united tadi malam. I didn't feel the passion from the game.
Di babak pertama, walaupun pertahanan united cukup cemerlang, tetap aja serangan-serangan MU kurang tajam. Apalagi striker MU yang tadi malam kayak orang kehilangan harapan hidup (nunjuk Chicharito and Welbeck). Gak tau ya, kenapa bisa..

Dari segi penguasaan bola, MU memang lebih unggul dibandingan Sunderland. Tapi pergerakan pemain Sunderland juga enggak buruk. Setidaknya beberapa kali mereka cukup merepotkan barisan pertahanan MU dan tentunya mr. Lindegaard :) He's our keeper last night.
Baru di injury time babak pertama, MU berhasil mencetak satu-satunya gol di pertandingan ini. Itupun melalui sepakan corner-nya Luis Nani yang 'tersambar' kepala Wes Brown. Ya, it's an own goal. :'(


Di babak kedua, permainan MU terlihat lebih berkembang dan serangan-serangan ke gawang sunderland lebih mantap. Tapi gak ada satupun yang berbuah gol. Setelah pergantian Park dengan Carrick, MU sempat punya satu peluang yang bisa berbuah gol. Umpan dari Carrick yang diterima Chicharito gagal dimanfaatkan Chicha dengan baik. Padahal ada Berbatov yang nunggu di depan gawang. :( Chicharito galauuuu..

Yap, walaupun menang tipis, yang namanya menang ya menang and it means 3 point for MU.
Kasian Wes Brown. Rasanya pengen nangis. Apalagi pas udah bunyi peluit, dia kan salaman sama pemain MU. Sediiiiiiih. Galau sendiri jadinya. Coba aja Welbeck bisa nyundul dengan baik, ini gak perlu terjadi!!!




Ada yang bilang, itu kado dari Wes Brown untuk 25 tahunnya Sir Alex dan ada yang bilang, he's still MANCHESTER :')
Udah ah... minggu depan gak ada pertandingan. Semua kembali ke negara masing-masing, kecuali uncle-uncle yang udah selesai tugas negara-nya. Hehe.. #dipelototin


United XI : Lindegaard, Jones, Ferdinand, Vidic, Evra, Nani, Fletcher (Fabio), Rooney, Park (Carrick), Welbeck (Berbatov), Chicharito

Subs not used : De Gea, Evans, Valencia, Diouf

Ok dehh.. GLORY GLORY UNITED!!!

Saturday, November 5, 2011

Rayakan Milestone, Fergie Kenakan Busana Tradisional




Kacang yang tidak lupa kulit. Itulah pepatah yang bisa diungkapkan untuk menggambarkan kepribadian manajer Manchester United Sir Alex Ferguson. Boleh saja dia meraih kegemilangan selama menangani klub Inggris tersebut. Tetapi, Ferguson tetap tidak melupakan akarnya sebagai warga Skorlandia.

Pada acara makan malam menyambut perayaan 25 tahun menangani Man. United, Ferguson datang mengenakan busana resmi yang kental budaya Skotlandia. Seperti diberitakan Daily Mail , dia memakai setelan jas yang dipadukan dengan pakaian tradisonal yang disebut kelt (sejenis rok kotak-kotak).

Acara yang berlangsung di Lancashire Cricket Ground tersebut, turut hadir pemain dan staf Man. United, serta legenda-legenda yang pernah menghuniu Old Trafford. Mulai dari Bobby Charlton, Denis Law, Denis Irwin, hingga Diego Forlan turut hadir.

Pencapaian Ferguson yang genap menangani Man. United selama seperempat abad semakin mempertegas namanya sebagai legenda hidup Old Trafford. Bukan hanya jumlah gelarnya yang sulit diraih, pun dengan masa bakti yang begitu panjang.

Ferguson, Pembajak Transfer Ulung


Sir Alex Ferguson dikenal sebagai pembajak transfer yang ulung, setelah terungkap jika campur tangan personalnya telah menghentikan Chris Smalling dan Phil Jones hengkang ke Arsenal dan akhirnya mendarat di Manchester United.

Baik Smalling maupun Jones dianggap sebagai bek muda dengan masa depan cerah baik di level tim nasional maupun klub, namun sebuah sumber yang selama ini dekat dengan proses transfer mengklaim jika keduanya bisa saja jadi milik Arsenal andai Ferguson tak menghalangi.

"Arsenal pasti menyesali apa yang terjadi pada mereka pada kasus Smalling dan Jones, dan kredit patut diberikan pada Sir Alex atas caranya beraksi demi mendatangkan mereka," ungkap sang sumber tersebut.

"Sudah bukan rahasia jika Smalling dan Jones diinginkan Arsenal, namun cara Sir Alex merayu mereka untuk memilih United adalah sesuatu yang hanya bisa dikira-kira oleh Arsenal."

"Arsenal sudah setuju untuk memboyong Smalling dari Fulham dan Smalling sendiri setuju untuk pergi ke Arsenal. Lalu Sir Alex masuk, ia datang di pertandingan Tottenham vs Fulham di Piala FA Cup dan, di parkiran mobil, disetujui jika Smalling akan berbicara dulu dengan Sir Alex. Ia tak ingin melepas Smalling sampai ia setuju gabung United, dan itulah yang terjadi."

Kasus yang sama terjadi untuk Jones yang kala itu masih membela Blackburn.

"Phil Jones berbicara di Twitter jika ia sudah setuju untuk pergi ke Manchester United di bulan Maret, tapi ia dengan cepat menghapusnya karena ia tengah berunding dengan Arsenal, juga Liverpool dan Chelsea," imbuh sumber tersebut.

"Kesimpulan yang jelas adalah Phil Jones sudah tahu kemana ia akan pergi dan mengambil keputusan, tak peduli apa yang akan dilakukan Blackburn dan betapa mereka ingin mendapat lebih banyak uang dari penjualannya."

Selain dua kasus tersebut, Fergie sudah dikenal sebagai pembajak ulung dari rivalnya di masa lalu. Yang paling terkenal adalah ketika ia membuat gusar manajer Blackburn kala itu, Kenny Dalglish saat ia merayu Roy Keane bergabung United, meski sang gelandang sudah setuju untuk hengkang membela Rovers dari Nottingham Forest.

Dalglish : Tak ada yang bisa menyamai Ferguson


Sudah 25 tahun Sir Alex Ferguson merayakan rezim kepelaihannya di Old Tarfford. Segudang gelar telah ia berikan untuk Setan Merah dan hal inilah yang membuat salah satu rival abadinya, Kenny Dalglish, memberikan sebuah ungkapan untuk perjalanan karir Fergie di Old Trafford dengan sebutan 'Luar Biasa'.

Perayaan tahun ke-25 Ferguson melatih skuad Manchester United jatuh tepat pada akhir pekan ini. Sekedar catatn, Ferguson awalnya tak melalui perjalanan yang mudah dalam karirnya. Ia bahkan butuh wktu lebih dari tiga tahun untuk mempersembahkan gelar bagi United, pemecatan sudah sering menjadi ancaman dalam lima tahun awal kepelatihannya.

Kemudian United pun berubah wujud menjadi tim paling dominan di era Premier League dalam 20 tahun terakhir. Buah kesabaran Fergie dan filosofi Old Trafford yang memang menjunjung tinggi nilai sebuah proses menghasilkan 37 trofi Liga Inggris, termasuk 2 trofi Liga Champions dan 12 trofi Liga Inggris. Bahkan Kenny Dalglish yang cenderung menjadi musuh abadi Ferguson pun tak bisa mengacuhkan semua catatan emas tersebut.

"Dia (Sir Alex Ferguson) adalah sesuatu yang fantastis untuk Manchester United dan saya pikir dia bahkan telah melampaui legenda Sir Matt Busby dengan prestasi dan keberhasilan yang dia miliki," kata Dalglish.

"Untuk berada di klub manapun selama 25 tahun adalah hal yang sulit dipercaya dan setiap keberhasilan yang dia miliki merupakan bukti untuknya dan klubnya."

"Ketika kalian mengingat bagaimana United ketika dia datang, saya pikir adalah sebuah hal yang fantastis bagaimana Ferguson membawa United berada di tempat mereka seperti saat ini."

"Tak satupun orang yang bisa menyamai pencapaian yang sudah ia raih."

Mourinho: Ferguson Sosok Unik


Jelang peringatan 25 tahun kepemimpinan Sir Alex Ferguson di Manchester United, pujian meluncur dari bekas rivalnya, Jose Mourinho yang melabeli manajer asal Skotlandia itu sebagai sosok 'unik'.

Mourinho yang kini menangani Real Madrid memang bukanlah sosok asing untuk Ferguson, karena keduanya sudah pernah saling berseteru semasa pelatih asal Portugal itu menukangi Chelsea.

Dan kini The Special One - begitu Mourinho menyebut dirinya, menyebut jika ada sosok lain yang lebih istimewa ketimbang dirinya, maka itu adalah Ferguson.

"Sir Alex adalah manajer yang unik dalam sejarah Manchester United," katanya sebagaimana dikutip harian The Sun.

"Sir Alex adalah manajer yang unik dalam sejarah sepak bola Inggris. Dan Sir Alex adalah sosok yang unika dalam sejarah sepak bola Eropa."

Meski kerap digadang-gadang sebagai pengganti Ferguson di Old Trafford, Mourinho malah berharap jika manajer berusia 69 tahun itu akan bertahan lama bersama Setan Merah.

"Saya sungguh berharap ia akan bertahan di posisinya dengan kebahagiaan dan ambisi yang sama untuk waktu yang lama," tutup mantan arsitek Inter Milan itu.

Beckham Selalu Teringat Kue Ultah dari Fergie

Sir Alex Ferguson merupakan sosok yang berjasa dalam pengembangan karier David Beckham. Kendati pada akhir kiprahnya di Old Trafford dicap media tak begitu baik, Beckham tetap menyanjung tinggi manajer yang telah berkiprah selama 25 tahun di Manchester United itu.

Pemain yang kini memperkuat LA Galaxy itu lantas bercerita soal memori indahnya bersama Fergie. "Kenangan favoritku di Manchester United bukanlah saat memenangi Liga Champions atau beberapa trofi Premier League. Tapi, hari pertama aku diberikan kontrak olehnya," cerita Beckham kepada Mirror .

"Saat itu aku sedang duduk di Old Trafford, jelang bertanding dan bertepatan dengan ulang tahunku. Fergie lantas membawakanku kue,"
sambung Beckham.

"Aku pun masih menyimpan salah satu foto favoritku. Ketika aku memandatangani kontrak di rumahku dan Fergie berada di sebelahku. Itulah kenangan terbaikku tentang Fergie," tandas Beckham.

Beckham kemudian bercerita soal pengalamannya bergabung dengan Manchester United. Dia menilai peran Fergie begitu vital. Para pemain muda tertarik gabung dengan Red Devils tak lepas dari cara Fergie melatihnya.

"Seperti halnya anak kecil yang baru bergabung, aku sempat khawatir dan tak merasa menjadi siapa-siapa karena tak terdaftar juga di tim junior. Namun, Fergie membuatku merasa nyaman dan seolah tampil di tim utama," lanjut Beckham.

Menurut Beckham, Fergie sudah seperti ayah sendiri. Pengaruhnya demikian kuat dalam pengembangan karier sepak bolanya. Dia juga tak mempermasalahkan insiden sepatu melayang pada musim terakhirnya di Old Trafford.

Dia juga tak terlalu takut dengan "hair dryer treatment" ala Fergie. "Justru itulah yang membuat kami selalu tampil baik. Dia adalah manajer yang selalu diinginkan setiap pemain."

Mantan ikon nomor 7 Man. United itu lantas memberikan pujian kepada Fergie. "Sebagai manajer, dia telah mendapatkan segalanya. Dia punya kekuatan yang tak dimiliki banyak manajer lain. Luar biasa antusiasmenya yang begitu terjaga selama 25 tahun melatih," tandasnya. "Aku merasa bangga dilatih olehnya."

Rooney Dukung Fergie di MU Satu Dekade Lagi

Wayne Rooney yakin pelatihnya, Sir Alex Ferguson, bisa terus memimpin Manchester United hingga satu dekade ke depan. Hasrat serta gairah untuk mengejar prestasi yang masih dimiliki pria asal Skotlandia itu menjadi dasar kuat bagi harapan Wazza, demikian panggilan Rooney.

Pada 6 November 2011 akan menandai 25 tahun karir Ferguson di MU. Sepanjang berkiprah di Old Trafford, dia telah mempersembahkan 12 gelar Premier League, dua Liga Champions, lima Piala FA, empat Piala Carling, dan masing-masing satu gelar Piala Winners, Piala Super Eropa, serta Piala Dunia Antar Klub.

Jelang momentum istimewa itu, Rooney menyampaikan pujian kepada sosok yang dianggap paling berpengaruh terhadap kesuksesan kariernya itu. Suami dari Coleen McLoughlin itu diketahui diboyong MU dari Everton pada 2004 silam atas permintaan Ferguson dan sejak saat itu pula performanya semakin melejit.

"Yang telah dilakukannya bukan hanya untuk MU, tapi juga untuk sepakbola. Saya bisa bilang Ferguson yang terbaik," puji Rooney.

"Saya tidak akan terkejut jika dia masih di sini hingga 10 tahun mendatang. Hasrat dan gairah yang dimilikinya masih tetap sama," sambung penyerang 25 tahun itu dikutip The Sun, Sabtu, 5 November 2011.

Rooney lalu mengungkapkan bahwa Ferguson merupakan faktor utama yang membuatnya masih bertahan mengenakan seragam The Red Devils, julukan MU, sampai sekarang.

"Bagi saya, Ferguson adalah pelatih sekaligus pria yang hebat. Dia juga yang menjadi alasan utama saya bergabung dan tetap bertahan di ini. Dia sudah menjadi pelatih MU ketika saya baru berusia satu tahun. Dan bisa menjadi anak asuhnya adalah hal yang sangat membanggakan," pungkas Rooney.

CR7: Saya Takkan Pernah Lupakan Jasa Ferguson

Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo mengaku tak akan pernah melupakan jasa Sir Alex Ferguson yang sudah mengangkat karirnya bersama Manchester United, sembari mengisyaratkan untuk kembali ke Inggris suatu hari nanti.

Ronaldo didatangkan United dari Sporting Lisbon di tahun 2003, dan bersama Setan Merah ia sudah membukukan total 292 penampilan dan 118 gol serta mempersembahkan tiga gelar juara Liga Premier dan satu trofi Liga Champions.

Kapten timnas Portugal itu menjadi pemain termahal dunia saat hijrah ke Real Madrid di tahun 2009, dan ia mengaku semua pencapaiannya itu tak lepas dari tangan dingin Ferguson - sosok yang sudah ia anggap seperti ayah sendiri.

"Saya memiliki kenangan indah dari Manchester dan ketika saya terkadang menyaksikan pertandingan mereka, saya amat merindukannya karena sebagian diri saya tertinggal di Inggris," aku Ronaldo pada Sky Sports News.

"Hanya karena saya bermain di Madrid, tak akan menghentikan saya untuk berhubungan dengan teman-teman lama, jadi saat ada kesempatan, saya berbicara dengan Sir Alex Ferguson."

"Itu amat penting untuk saya karena saya pernah bermain di sana, kemudian hidup saya pun di sana, jadi sungguh menyenangkan bisa berbicara dengannya karena saya takkan pernah melupakan sosok yang benar-benar membantu saya."

"Saya tak menutup pintu (untuk kembali ke Inggris), jadi mungkin di masa depan. Saya harap begitu karena saya sudah kenal liga, pemain dan atmosfernya," tambah CR7.

Ronaldo pun mengungkapkan jika ia termotivasi untuk tampil brilian berkat kostum keramat nomor 7 yang dipilihkan Ferguson untuknya.

"Setelah saya bergabung, manajer bertanya nomor berapa yang saya suka. Saya katakan 28 (sama seperti di Sporting). Tapi Ferguson berkata 'Tidak, kamu akan kenakan nomor 7' dan kostum keramat itu merupakan motivasi ekstra. Saya dipaksa memiliki kehormatan itu," tutupnya.

Scholes: Fergie Laksana Ayah Bagi Saya

Hari Minggu (06/11) nanti waktu Inggris, akan menjadi hari ulang tahun ke-25 bagi kebersamaan Sir Alex Ferguson dengan klub yang begitu mencintainya Manchester United.

Dan hari ini banyak orang beramai-ramai memberikan testimoni untuknya, salah satunya adalah Paul Scholes salah satu anak kesayangan Fergie yang baru saja gantung sepatu di akhir musim kemarin.

Secara khusus The Ginger Prince menyempatkan waktunya untuk menulis sebuah artikel tribute untuk mantan bosnya di Old Trafford tersebut, salah satunya menggarisbawahi peran Sir Alex yang ia anggap sebagai ayah kedua baginya.

"Ketika saya melihat foto ia merangkulkan tangannya di bahu saya, itu semua adalah simbol kebesaran di antara kami, ia sudah seperti figur ayah bagi saya," buka Scholes dalam tulisnya di The Sun.

"Kami semua pasukan United banyak belajar darinya, meski sepak bola memiliki eranya tersendiri. Tentu saja hubungan ini mulai terjalin ketika saya masih berusia 12 tahun,"

"Lalu tak terasa seperempat abad kemudian saya telah berusia 36 tahun saya tak lagi begitu takut padanya, namun tentu saja ketika Anda tumbuh bersamanya, Anda jelas paham kenapa ia melakukan apa yang ia lakukan,"

"Salah satu kebesaran seorang manajer adalah mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari orang-orang yang ia miliki, hal itu jelas sangat ia miliki,"

"Banyak pemain datang dan pergi selama ini di United, namun dia tetap saja ada di sana layaknya klub itu sendiri, saya pun sendiri merasa terhormat dan beruntung bisa menjadi secuil bagian dari kisah ini,"

"Caranya mengatasi para pers sepertinya ia bisa jadikan sebuah buku, dia berada di Manchester United untuk kisah terbesar sepanjang sejarah, namun baginya cerita besar itu sama sekali tak penting,"

"Dia paham betul bagaimana semuanya bakal berjalan, dia siap untuk segala hal dan dia sendiri memang selalu berpikir ia akan selalu siap untuk itu,"

"Manajer ini tidak akan pernah berhenti untuk mengangkat United ke level berikutnya yang lebih tinggi. Karena ia tak pernah menolak dan mau menghindari yang namanya tantangan, dia masih bakal panjang, masih jauh dari garis finish kisahnya," tutup pria yang akrab disapa Scholesy ini.